Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 230: Seru Bukan Berarti Tidak Serius

    Hari ini adalah hari pertama masuk kerja setelah libur 17 Agustus. Karena kami bekerja secara WFH, perayaan kemerdekaan di kantor tidak bisa dilakukan dengan lomba-lomba fisik seperti biasanya. Tidak ada balap karung. Tidak ada tarik tambang. Tidak ada makan kerupuk di halaman kantor. Akhirnya kami membuat lomba online. Lombanya sederhana: tebak foto. Saya mencari foto-foto…

  • Hari 229: Setelah Merdeka, Tetap Bersaing

    Hari ini 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Setiap tahun, momen kemerdekaan hampir selalu diisi dengan lomba-lomba. Mulai dari yang sederhana seperti makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, sampai perlombaan yang lebih serius di berbagai level. Lalu saya jadi berpikir lebih jauh. Kenapa kita suka sekali dengan lomba? Kenapa negara juga perlu mengirim atlet…

  • Hari 228: Belum Sejahtera, Bukan Belum Merdeka

    Besok, 17 Agustus, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya yang ke-81. Setiap mendekati hari kemerdekaan, selalu muncul berbagai refleksi tentang arti merdeka. Sebagian terasa penting. Sebagian membuat kita berpikir ulang. Namun, ada satu ungkapan yang menurut saya perlu diperdebatkan: “Kita belum benar-benar merdeka.” Saya paham maksudnya sering kali bukan ingin mengecilkan perjuangan para pahlawan. Biasanya ungkapan itu…

  • Hari 227: Masalah Customer Tidak Sepotong

    Hari ini saya mengantar kucing periksa ke dokter hewan. Kucingnya sedang sakit, jadi perlu dicek lagi. Awalnya tentu fokusnya sederhana: datang, diperiksa, tahu kondisinya, lalu semoga ada penanganan yang tepat. Namun, seperti biasa, ketika berada di satu tempat dan melihat cara sebuah bisnis berjalan, pikiran saya ikut ke mana-mana. Ternyata klinik hewan bukan sekadar tempat…

  • Hari 226: Aman Dulu, Hebat Kemudian

    Dua minggu setelah buku terakhir yang saya baca, akhirnya satu buku selesai lagi. Kali ini buku ke-22 dari target 52 buku tahun ini. Judulnya Leaders Eat Last karya Simon Sinek, penulis yang juga menulis Start with Why. Bukunya sekitar 340 halaman, dan jujur belum ketemu flow yang benar-benar asik untuk menyelesaikannya. Dua minggu untuk satu…

  • Hari 225: Tidak Semua Harus Sekali Tepuk

    Kadang-kadang kita terlalu percaya diri dengan kemampuan kita meramu solusi. Ada satu masalah, dua masalah, tiga masalah, lalu kita berpikir: bagaimana kalau semuanya diselesaikan dengan satu solusi besar saja? Sekali tepuk, tiga nyamuk kena. Kedengarannya efisien. Kelihatannya pintar. Bahkan terasa seperti cara berpikir yang strategis. Namun, saya mulai merasa bahwa tidak semua hal harus diselesaikan…

  • Hari 224: Obrolan Butuh Irisan

    Hari ini saya kepikiran tentang satu hal yang sederhana, tapi sering terjadi: kenapa kadang kita tidak nyambung ketika ngobrol dengan orang lain? Pertanyaan ini muncul setelah saya mengalami dua situasi yang berbeda. Di satu sesi, obrolannya berjalan sangat lancar. Mengalir, menyenangkan, dan tiba-tiba waktunya sudah habis begitu saja. Rasanya seperti baru mulai, tapi ternyata sudah…

  • Hari 223: Berubah Itu Akumulasi

    Hari ini ada sesi bersama anak-anak magang. Seperti biasa, dalam sesi seperti ini pertanyaannya bisa melebar ke banyak hal. Ada yang bertanya tentang momen yang mengubah hidup. Ada yang bertanya tentang keputusan yang paling mengubah arah hidup. Ada juga yang bertanya apakah ada orang tertentu yang membuat saya menjadi seperti sekarang. Pertanyaan seperti ini sering…

  • Hari 222: Privilege yang Sering Terlupa

    Hari ini saya mendapatkan satu obrolan yang cukup mudah ditarik menjadi rasa syukur. Kadang kita merasa hidup yang kita jalani biasa-biasa saja. Punya orang tua lengkap terasa biasa. Bisa sekolah terasa biasa. Bisa kuliah sesuai keinginan terasa biasa. Bahkan ketika kuliah lanjut S2 juga didukung, itu pun bisa terasa seperti bagian normal dari hidup. Sampai…

  • Hari 221: KKN dan Jarak Ekspektasi

    Hari Minggu ini saya ikut jalan sehat yang diselenggarakan oleh teman-teman KKN di tempat saya tinggal. Karena saya tinggal di kampung, di desa, kegiatan seperti ini terasa cukup dekat. Ada mahasiswa yang sedang KKN, bahkan dari dua kelompok yang berkolaborasi membuat acara bersama. Ada jalan sehat, ada pembagian doorprize, dan ada warga yang ikut meramaikan.…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.