Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
Hari 220: Bukan Sekadar Mengumpulkan Avengers
Hari Sabtu harusnya tidak membahas pekerjaan. Tapi entah kenapa hari ini pikiran saya terseret ke satu topik yang cukup berat: layoff. Pemicunya datang dari beberapa hal. Salah satunya dari sesi one on one sebelumnya, ketika ada cerita tentang pengalaman layoff di sebuah perusahaan yang dilakukan secara mendadak, di hari yang sama, dan bahkan tidak disampaikan…
-
Hari 219: Pikirkan Saat Waktunya
Hari ini saya ingin membahas sesuatu yang mungkin cukup dekat dengan banyak orang: overthinking. Ada orang yang memang terlihat santai menghadapi banyak hal. Ada juga yang setiap keputusan, setiap percakapan, bahkan setiap kemungkinan yang belum terjadi sudah dipikirkan berkali-kali. Belakangan saya mendengar pendapat bahwa memang ada orang yang pada dasarnya terlahir sebagai overthinker. Seolah itu…
-
Hari 218: Budaya Kantor Ikut Pulang
Hari ini saya menghabiskan hampir seharian untuk melakukan one on one dengan beberapa karyawan. Seperti biasanya, kami tidak banyak membahas pekerjaan. Justru yang lebih banyak dibicarakan adalah kehidupan di luar kantor, keluarga, pasangan, kebiasaan, sampai bagaimana mereka melihat hidup belakangan ini. Di sela-sela obrolan itu, saya teringat sesuatu yang belakangan sering saya lihat di LinkedIn.…
-
Hari 217: Jangan Sampai Produk Bertengkar
Hari ini saya mengikuti meeting bersama tim yang membahas sesuatu yang sebenarnya sering luput diperhatikan. Awalnya kami sedang mengevaluasi beberapa produk dan program promosi yang sedang berjalan. Sekilas semuanya terlihat baik-baik saja. Masing-masing punya tujuan, masing-masing punya target, dan masing-masing sedang dikerjakan oleh timnya. Namun, ketika semuanya dipetakan dalam satu meja, muncul satu temuan menarik.…
-
Hari 216: Klien Membayar, Bukan Berkuasa
Hari ini saya mengikuti sebuah meeting online koordinasi antar divisi. Topiknya sebenarnya cukup klasik: ada klien yang punya banyak permintaan, tetapi tidak cukup patuh terhadap hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya sendiri. Ada data yang harus diisi, tetapi terlambat. Ada pembayaran yang perlu diselesaikan, tetapi belum dilakukan. Ada hal-hal yang seharusnya dikoordinasikan, tetapi justru dibiarkan menggantung.…
-
Hari 215: Bisnis Juga Punya Karakter
Hari ini saya datang ke sebuah tempat yang mengingatkan saya pada masa lalu. Bukan karena tempatnya sama. Bukan juga karena bisnisnya mirip dengan apa yang pernah saya bangun. Namun, suasananya membawa saya kembali pada masa ketika semuanya masih dirintis, ketika banyak hal belum ideal, tetapi orang-orang yang mengerjakannya terlihat sangat hidup. Tempat itu dipenuhi anak-anak…
-
Hari 214: Kita Selalu Bisa Menyusun Lagi
Hari Minggu biasanya tidak banyak aktivitas. Rutinitas keluarga, menemani anak bermain, dan mencoba sedikit melambat setelah melewati satu minggu. Hari ini saya menemani anak bermain Lego. Kami mencoba membentuk sesuatu dari potongan-potongan kecil yang tersedia. Kadang bentuknya jadi seperti yang dibayangkan. Kadang kelihatannya mau menjadi sesuatu, tetapi akhirnya tidak jelas juga sebenarnya sedang membuat apa.…
-
Hari 213: Kantor Tetap Harus Manusia
Masuk bulan Agustus, bulan kedelapan. Artinya sudah tujuh bulan saya menulis konten harian ini. Hari pertama di bulan Agustus jatuh pada hari Sabtu. Namun, alih-alih benar-benar beristirahat, malam sebelumnya kami justru menghabiskan waktu hampir empat jam untuk mencoba sebuah game. Kami sedang mencari ide perlombaan kantor untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Karena kantor…
-
Hari 212: Jago Kerja Belum Tentu Jago Bisnis
Hari ini saya menyelesaikan buku ke-21 dari target 52 buku tahun ini. Target awalnya satu minggu satu buku. Memang sempat tercecer, tetapi coba tetap dikejar semampunya. Kali ini buku yang selesai adalah The E-Myth Revisited karya Michael E. Gerber. Buku ini membahas mitos-mitos dalam dunia entrepreneur, kenapa banyak bisnis kecil gagal, dan bagaimana seharusnya bisnis…
-
Hari 211: Pisahkan Sinyal dari Noise
Hari ini saya cukup penuh mengulik format laporan mingguan perusahaan. Tujuannya adalah membuat laporan Jumat menjadi lebih efektif dan efisien. Tidak lagi terlalu panjang karena memuat detail-detail kecil, tetapi fokus pada pencapaian besar, perubahan penting, serta masalah yang perlu diketahui bersama. Prosesnya dilakukan berkali-kali. Formatnya diperiksa, diringkas, didiskusikan, lalu disosialisasikan agar nantinya benar-benar bisa dijalankan.…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.