Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 172: Dokumentasi Bukan Beban

    Masih melihat masalah-masalah yang sering terjadi di organisasi, tapi kadang sering kita skip begitu saja. Masalah kali ini adalah: dokumentasi dianggap menambah pekerjaan. Ketika seseorang diminta memasukkan apa yang sudah dikerjakan ke dalam dokumen, spreadsheet, folder, report, atau sistem tertentu, respons yang muncul kadang adalah: ini menambah kerjaan. Padahal tujuannya sederhana. Agar ada arsip.Agar ada…

  • Hari 171: Inisiatif Butuh Pemilik

    Kita coba cari lagi masalah yang sering terjadi di organisasi, lalu mencari perspektif untuk melihatnya. Masalah kali ini adalah: ketika inisiatif terlalu banyak dari setiap divisi atau setiap tim, akhirnya justru banyak yang tidak jalan. Ini masalah klasik. Ketika orang ditanya, “Kita bisa melakukan apa?” biasanya akan muncul banyak sekali ide. Ide-ide brilian, menarik, kreatif,…

  • Hari 170: CEO Tidak Harus Tahu Semua

    Masih menjawab masalah-masalah yang sering terjadi di organisasi. Problem kali ini cukup dekat dengan saya sendiri: CEO merasa harus tahu semua detail, lalu akhirnya capek sendiri. Sebagai orang yang juga menjabat sebagai CEO, saya paham perasaan ini. Kadang kita kepo terhadap hal tertentu. Kadang overthinking terhadap hal kecil. Kadang merasa kalau tidak tahu detailnya, nanti…

  • Hari 169: Risiko Bukan Alasan Berhenti

    Masalah yang sering terjadi di organisasi adalah tim takut dengan target tinggi. Ketika target dinaikkan, yang pertama kali terlihat bukan peluangnya, tapi risikonya. Ini sebenarnya wajar. Apalagi kalau target sebelumnya belum tercapai dengan optimal. Lalu saat evaluasi, kita masih mencari apa yang salah, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang harus ditingkatkan. Di saat yang…

  • Hari 168: KPI Bukan Sekadar Job Desk

    Hari ini kita angkat satu topik lagi tentang masalah yang sering terjadi di organisasi. Topiknya adalah kesalahan dalam membuat KPI. Masalahnya begini: KPI dibuat dari job desk, tapi dampaknya tidak terlihat. Misalnya, seseorang punya job desk melakukan X. Lalu KPI-nya juga ditulis: melakukan X. Selesai. Tapi tidak dijelaskan X itu harus seberapa banyak, seberapa bagus,…

  • Hari 167: Sibuk Belum Tentu Produktif

    Masih dalam rangka menguak masalah-masalah yang sering terjadi di organisasi. Problem kali ini adalah: orang merasa sibuk, tapi output strategisnya tidak terasa. Ini keluhan yang cukup sering muncul. Banyak orang merasa sudah mengerjakan banyak hal. Merasa waktunya penuh. Merasa tidak bisa ditambah pekerjaan lagi. Merasa sudah terlalu banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan. Tapi ketika…

  • Hari 166: Tidak Semua Langsung Revenue

    Masih dalam rangka menjawab problem-problem yang sering terjadi. Kali ini problemnya adalah: banyak plan terlihat bagus, tapi tidak terasa nyambung ke revenue. Ini masalah klasik ketika membuat plan untuk perusahaan. Apalagi perusahaan yang memang didirikan untuk menghasilkan revenue. Pada akhirnya, semua orang akan bertanya: ini dampaknya ke bisnis apa? Ini nyambung ke revenue atau tidak?…

  • Hari 165: Kurang Koordinasi Itu Apa?

    Setelah banyak break sepanjang Piala Dunia, saatnya kembali berkarya. Piala Dunianya memang belum selesai, tapi ya kita gaskan saja. Kali ini saya ingin mulai dengan format yang lebih sederhana: mencari problem yang sering terjadi, lalu mencoba melihat solusinya. Problem pertama: tim sering bilang kurang koordinasi, tapi tidak jelas koordinasi seperti apa. Ini masalah yang cukup…

  • Hari 164: Memori yang Perlu Disimpan

    Hari ini sudah kembali ke rumah. Beberapa teman mungkin masih extend outing, melanjutkan perjalanan, atau menikmati waktu tambahan. Tapi saya memilih pulang karena ada banyak tanggung jawab lain yang harus dikerjakan. Bukan cuma anak muda yang bisa jalan-jalan doang. Setelah selesai outing, saya mulai melakukan beberapa hal yang menurut saya penting. Mengecek dokumentasi, memberikan apresiasi…

  • Hari 163: Penutupan yang Membasahi Mata

    Hari ini adalah hari terakhir outing satu kantor. Awalnya, saya berencana menutup outing dengan sesuatu yang visioner. Bicara tentang plan, strategi, arah perusahaan, kita mau ke mana, dan bagaimana perjalanan berikutnya. Tapi ternyata keterbatasan saya untuk menyiapkan semua itu membuat penutupnya berubah arah. Bukan ditutup dengan presentasi besar.Bukan ditutup dengan rencana strategis.Bukan ditutup dengan kalimat-kalimat…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.