Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 249: Distraksi Bukan Cuma Notifikasi

    Hari ini selesai buku ke-27 dari target 52 buku tahun ini. Bukunya Indistractable karya Nir Eyal. Menariknya, Nir Eyal juga menulis Hooked, buku yang membahas bagaimana sebuah produk bisa membuat orang terus kembali menggunakannya. Bagaimana aplikasi, produk, dan kebiasaan bisa membuat kita seperti “terkait” terus dengan sesuatu. Nah, Indistractable seperti melihatnya dari sisi sebaliknya. Kalau…

  • Hari 248: Jangan Sia-siakan Sehat

    Alhamdulillah, kalau melihat hidup saya selama ini, rasanya saya termasuk orang yang jauh lebih sering sehat dibanding sakit. Dan di perusahaan saya punya satu istilah internal yang agak absurd: dilarang sakit. Tentu bukan berarti orang benar-benar tidak boleh sakit. Ada penyakit yang datang tanpa kita pilih. Ada kecelakaan. Ada kondisi tubuh yang memang tidak bisa…

  • Hari 247: Jangan Tunggu Sempurna

    Hari ini saya mau merefleksikan satu kejadian saja. Tentang rasa tidak percaya diri untuk menjual sesuatu yang belum sempurna. Kadang masalahnya bukan produknya jelek. Bukan juga karena tidak ada nilainya. Tapi ada rasa bahwa kita belum tahu semuanya, masih ada pertanyaan yang belum bisa dijawab, masih ada bagian yang belum pasti, sehingga akhirnya kita memilih…

  • Hari 246: Memahami Bukan Berarti Mengamalkan

    Hari ini akhirnya selesai buku ke-26 dari target 52 buku tahun ini. Artinya sudah tepat setengah perjalanan. Alhamdulillah. Buku ke-26 ini adalah The 48 Laws of Power karya Robert Greene. Dan ini mungkin salah satu buku paling berbeda yang saya baca tahun ini. Bukan cuma secara fisik bukunya menyenangkan dibaca, tetapi isinya juga berkali-kali membuat…

  • Hari 245: Baik Saja Tidak Cukup

    Hari ini di sesi internal saya membahas sesuatu yang sebenarnya cukup dekat dengan cara saya memimpin selama ini: jangan cuma melakukan yang baik, tapi juga yang benar. Saya termasuk orang yang cukup sering memilih pendekatan kebaikan. Kalau ada beberapa pilihan, saya cenderung memilih yang paling enak diterima orang, paling minim konflik, dan kalau bisa semua…

  • Hari 244: Dewasa Bukan Soal Umur

    Hari ini saya ngobrol dengan salah satu anak magang. Entah bagaimana, topiknya sampai ke soal kedewasaan. Topik yang sebenarnya lumayan berat. Tapi karena sudah muncul, ya masa enggak dibahas. Saya kemudian kepikiran: sebenarnya apa sih yang membuat seseorang bisa disebut dewasa? Kita sering menggunakan kata “kekanak-kanakan” untuk menyebut seseorang yang menurut kita belum dewasa. Berarti,…

  • Hari 243: Marah Bukan Tujuan

    Di penghujung bulan Agustus ini, ada momen yang menyenangkan, tetapi juga ada momen yang membuat saya tidak nyaman. Terutama kepada diri saya sendiri. Hari ini saya marah-marah. Saya menyampaikan apa yang saya rasakan atas ketidakpatuhan dan ketidakdisiplinan yang terjadi. Ada teguran yang harus disampaikan agar hal yang sama tidak terus berulang. Namun, cara menyampaikannya keluar…

  • Hari 242: Public Speaking Bukan Cuma Berani

    Hari ini saya mengikuti acara di kampung. Dari acara itu, saya jadi memikirkan satu hal: orang yang bisa berbicara di depan banyak orang dengan cukup terstruktur ternyata punya posisi yang unik di banyak tempat. Terutama di lingkungan yang budaya komunikasinya cenderung malu-malu, sungkan, atau terbiasa diwakilkan. Ada orang yang sebenarnya punya ide, tapi tidak berani…

  • Hari 241: Manusia Tidak Sesederhana Itu

    Hari ini saya menyelesaikan buku ke-25 dari target 52 buku tahun ini. Lagi kebut-kebut. Kali ini saya membaca buku tentang MBTI karya Jeremy Jason dari Animo Life. Jujur, awalnya saya tidak terlalu tertarik. Tapi karena bukunya diterbitkan oleh penerbit yang beberapa bukunya sedang saya baca, akhirnya sekalian saya borong dan baca juga. Buku ini membahas…

  • Hari 240: Tanggung Jawab Tidak Cuma Job Desk

    Hari ini saya ter-trigger oleh satu pertanyaan sederhana: apakah mengejar-ngejar tim untuk mengerjakan sesuatu itu pekerjaan yang layak? Atau sebenarnya itu bagian dari tanggung jawab yang memang harus dijalankan sejak awal? Pertanyaan ini muncul setelah mendengar cerita tentang ketidaknyamanan seseorang ketika harus terus menagih pekerjaan yang sebenarnya bukan pekerjaan utama tim lain, tetapi tetap penting…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.