Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
Hari 192: Magang Bukan Tenaga Murah
Perusahaan yang membuka kesempatan magang seharusnya sudah memahami bagaimana memperlakukan anak magang. Masalah yang sering terjadi sebenarnya cukup sederhana. Anak magang datang dengan harapan bisa belajar, sementara perusahaan berharap mereka segera menghasilkan output. Dua kepentingan ini tidak selalu bertentangan. Anak magang tetap bisa belajar sambil menghasilkan sesuatu. Perusahaan juga tetap bisa mendapatkan kontribusi dari mereka.…
-
Hari 191: Kalender Penuh, Keputusan Kosong
Bagi perusahaan yang bekerja secara WFH, meeting sering menjadi salah satu isi terbesar dalam kalender. Karena tidak bertemu secara langsung setiap hari, meeting dianggap sebagai cara paling mudah untuk menyatukan orang, menyampaikan perkembangan, membahas masalah, sampai menjaga koordinasi. Masalahnya, setelah melihat kembali meeting yang sudah dilakukan, kadang yang terasa justru bukan banyaknya kemajuan, tetapi minimnya…
-
Hari 190: CEO Bukan Chief Everything Officer
Di organisasi yang baru mulai, peran CEO biasanya sangat dominan. CEO menentukan arah, mengambil keputusan, menyusun prioritas, memantau pekerjaan harian, menyelesaikan masalah, sampai memastikan semuanya benar-benar berjalan. Pada tahap awal, hal itu mungkin masih masuk akal. Tim masih kecil, struktur belum lengkap, dan banyak peran memang harus dirangkap. Namun, ketika organisasi mulai tumbuh, pola yang…
-
Hari 189: Impact Juga Butuh Administrasi
Ada bayangan yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tertarik bekerja di dunia impact. Mereka membayangkan pekerjaannya akan banyak berkaitan dengan manusia, turun langsung ke lapangan, membantu orang lain, menyelesaikan masalah sosial, dan melihat perubahan yang terjadi secara nyata. Bayangan itu tidak salah. Namun, ketika benar-benar masuk ke dalam pekerjaannya, ada satu kenyataan lain yang mulai…
-
Hari 188: Transparansi Butuh Bukti
Banyak perusahaan ingin dikenal sebagai perusahaan yang transparan. Apalagi perusahaan yang bekerja di bidang impact. Kepercayaan publik sering kali tidak hanya dibangun dari janji, tetapi dari kemampuan menunjukkan apa yang benar-benar sudah dilakukan. Masalahnya, tidak semua hal yang seharusnya diperlihatkan ternyata mudah untuk dipamerkan. Ada data yang belum rapi. Ada dokumen yang belum siap diakses.…
-
Hari 187: Keren Belum Tentu Dibeli
Salah satu masalah yang sering terjadi dalam product development adalah kita terlalu jatuh cinta pada cerita yang ada di kepala sendiri. Kita ingin membuat produk yang terasa sangat kita. Produk yang keren, canggih, baru, dan membanggakan ketika dipresentasikan. Masalahnya, keinginan tersebut belum tentu datang dari kebutuhan pasar. Produk dibuat berdasarkan selera internal, bukan dari masalah…
-
Hari 186: Setelah Viral, Lalu Apa?
Ketika organisasi punya banyak divisi, salah satu hal yang paling mudah dilakukan adalah memberi ekspektasi besar kepada divisi lain. Marketing, misalnya, sering diberi tugas untuk membuat sesuatu viral, masuk FYP, atau ramai dibicarakan. Semua orang ingin produknya dikenal lebih luas. Semua orang berharap marketing bisa menciptakan momentum besar. Namun, ada satu pertanyaan yang sering luput:…
-
Hari 185: Plan Terbaik Adalah yang Jalan
Ketika menyusun planning di tengah tahun, biasanya ada dorongan untuk mengejar banyak ketertinggalan sekaligus. Kita melihat target yang belum tercapai, waktu yang semakin pendek, lalu mulai menyusun langkah-langkah yang lebih besar. Strateginya ditambah, programnya diperbanyak, dan ekspektasinya dinaikkan. Di atas kertas, semuanya terlihat menjanjikan. Namun, ada satu hal yang sering luput: apakah kapasitas tim kita…
-
Hari 184: Lapangan Bukan Cuma Eksekutor
Ada satu anggapan yang cukup sering muncul ketika organisasi punya tim lapangan: tugas mereka hanya mengeksekusi. Strategi dibuat oleh orang-orang di kantor. Keputusan dibahas di ruang rapat. Lalu tim lapangan tinggal menjalankan apa yang sudah ditentukan. Secara pembagian kerja, mungkin terlihat masuk akal. Namun, kalau tim lapangan hanya diposisikan sebagai tangan yang menjalankan keputusan, kita…
-
Hari 183: Jangan-Jangan Sistemnya
Ada satu kebiasaan yang cukup sering terjadi di organisasi. Ketika muncul masalah, pertanyaan pertama yang kita ajukan adalah: siapa yang salah? Kita mulai mencari orang yang menyebabkan keterlambatan, orang yang hasilnya kurang baik, atau orang yang dianggap tidak menjalankan tugas dengan benar. Akhirnya, seluruh perhatian kita tertuju pada individu. Orang ini kurang teliti. Orang itu…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.