Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
Hari 22: Kalau One-on-One Jadi Berat, Biasanya Karena 3 Hal Ini
Hari ini saya ngerasa capek—bukan capek fisik, tapi capek mental yang halus. Capek yang muncul dari sesi one-on-one. Bukan karena saya benci one-on-one. Justru saya percaya one-on-one itu penting. Saya punya budaya ngobrol kuartalan, 30 menit per orang. Dan minggu ini lumayan gila: sudah jalan sekitar 24 sesi. Minggu depan masih ada belasan yang ngantri.…
-
Hari 21: Kenapa Saya Bahas Keluarga di One-on-One
Alhamdulillah, tulisan harian ini sudah tembus tiga minggu. Dan hari ini, saya ingin mendokumentasikan satu kebiasaan yang saya lakukan di kantor: one-on-one kuartalan. Setiap kuartal saya menyempatkan ngobrol satu per satu dengan tim sekitar 30 menit. Dan ada satu hal yang mungkin terdengar “aneh” buat sebagian orang: di sesi itu, saya sering membuka topik di…
-
Hari 20: Pola Itu Membentuk Hidup (Anak, Buku, dan Waktu)
Hari ini saya memulai rangkaian one-on-one dengan tim. Ini sudah jadi budaya pribadi saya: setiap kuartal saya ngobrol satu per satu, sekitar 30 menit per orang. Dimulai hari ini dan akan berlanjut beberapa hari ke depan sesuai kebutuhan. Biasanya obrolannya bebas. Mereka boleh tanya apa saja. Kalau tidak ada pertanyaan, kita ngobrol hal lain. Menariknya,…
-
Hari 19: Keputusan yang Adil, Eksekusi yang Dijaga, Value yang Dibuktikan
Hari ini saya mengetok satu keputusan yang sebenarnya sudah dibahas sejak kemarin. Dan seperti banyak keputusan lain, begitu diputuskan rasanya lega—tapi justru setelah itu, saya sadar ada beberapa pelajaran penting yang layak dicatat. Karena keputusan bukan cuma “iya atau tidak”. Keputusan adalah rangkaian dari banyak keputusan sebelumnya, dan efeknya sering menjalar ke banyak hal yang…
-
Hari 18: [Buku 2] Leadership and the One Minute Manager — Memimpin Itu Situasional
Hari Minggu seperti biasa saya pakai untuk checkpoint resolusi 2026: 1 minggu selesai 1 buku. Buku kedua yang saya tamatkan tahun ini adalah Leadership and the One Minute Manager karya Ken Blanchard. Kenapa saya baca buku ini?Karena saya makin sering dengar istilah Situational Leadership, dan ketika pertama kali ngulik, saya langsung merasa: “oh ini masuk…
-
Hari 17: Showroom, Marketplace, dan Realita Jualan Hari Ini
Hari ini saya keliling beberapa tempat buat belanja. Niatnya sederhana: cari barang, lihat opsi, dan pulang bawa yang saya butuhkan. Tapi di tengah proses itu saya jadi kepikiran satu hal: perubahan pola belanja online–offline itu nyata banget. Dan bukan cuma dari sisi pelanggan, tapi juga dari sisi penjual—yang harus terus menyesuaikan diri. Ada tiga hal…
-
Hari 16: All You Can Eat, Tapi “All You Can Wait”
Hari ini tanggal merah. Saya habiskan waktu liburan bareng keluarga: kulineran, seperti biasa. Kami mampir ke tempat all you can eat yang harganya lumayan ramah—seratus ribuan. Saya pikir bakal santai. Ternyata karena tanggal merah, tempatnya ramai sekali dan antre. Biasanya saya termasuk orang yang agak “nggak paham” budaya antre buat makan. Di kepala saya simpel:…
-
Hari 15: Kalau Semua Jago Tapi Nggak Menang, Mungkin Nggak Punya Strategi
Hari ini saya dapat satu pelajaran yang bentuknya sederhana, tapi analoginya enak: menyusun strategi itu mirip permainan sepak bola. Saya kepikiran pertanyaan klasik: kenapa striker sering dapat Ballon d’Or? Kenapa yang paling sering disorot itu orang yang bikin gol? Dan apakah pemain lain sebenarnya punya peran signifikan untuk membawa tim juara? Jawabannya: iya—striker penting. Tapi…
-
Hari 14: Jangan Pukul Rata, Jangan Tuli, Jangan Diam-diam
Hari ini telat nulis karena ketiduran. Tapi ada beberapa momen yang rasanya sayang kalau tidak dicatat. Tiga catatan ini mungkin sederhana, tapi buat saya penting sebagai pengingat—terutama soal cara mengambil keputusan dan cara membawa perubahan di tim. 1) Fleksibel dalam keputusan: kasus bisa sama, orangnya berbeda Saya makin yakin, keputusan yang baik itu tidak selalu…
-
Hari 13: Sistem, Batas, dan Mulai dari yang Sederhana
Hari ini saya belum nemu tema yang rapi. Tapi ada tiga hal yang saya rasa layak disimpan. Mungkin kelihatannya nggak nyambung, tapi setelah saya pikir lagi, ada satu benang merah yang sama: gimana caranya kita membuat sesuatu jadi lebih baik tanpa membuatnya jadi rumit dan menyakitkan. Saya tulis aja tiga catatan ini apa adanya. 1)…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.