Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 12: Dua Opsi, Satu Tujuan, dan Satu Sistem Dukungan

    Hari ini dipenuhi diskusi internal di tim. Banyak obrolan yang “ngegas” ke berbagai arah, tapi ada beberapa pelajaran yang rasanya layak saya simpan dalam tulisan—biar nanti kalau saya lupa, saya bisa balik baca dan ingat: oh, ini yang saya pelajari hari itu. Ada tiga hal yang paling menonjol hari ini. 1) Template keputusan: batasi jadi…

  • Hari 11: [Buku 1] – Feel Good Productivity — Produktif Tanpa Maksa

    Mulai 2026 saya punya resolusi mingguan: setiap minggu menamatkan satu buku, lalu bikin rangkumannya supaya saya bisa look back—minggu ini belajar apa, dan apa yang benar-benar saya bawa ke hidup saya. Buku pertama yang saya tamatkan di 2026: Feel Good Productivity karya Ali Abdaal. Yang bikin buku ini terasa “kena” adalah angle-nya: produktivitas bukan dimulai…

  • Hari 10: Pelajaran Jadi Pengajar yang Baik

    Hari ini saya belajar hal baru. Hal yang sebelumnya saya punya trauma. Hal yang sebelumnya saya “nggak bisa-bisa”. Tapi hari ini saya akhirnya berani menjalani, mempraktikkan, dan melewati batas kecil yang selama ini saya anggap tembok. Yang menarik, pembelajaran hari ini bukan cuma soal “bisa” atau “nggak bisa”. Tapi justru tentang sesuatu yang lebih luas:…

  • Hari 9: Situasi Berubah, Orang Berubah, Tapi Pola Bisa Bertahan

    Hari ini kepala saya penuh dengan tiga kejadian yang kelihatannya tidak nyambung, tapi setelah saya diam sebentar, ternyata punya benang merah yang sama: perubahan—dan batasnya. Kadang hidup mengajari kita untuk fleksibel. Kadang hidup justru mengingatkan kita bahwa tidak semua hal bisa diubah. Hari ini rasanya seperti ditarik dari dua arah itu bolak-balik. Saya coba rangkum…

  • Hari 8: Cara Minta Feedback Biar Nggak Buang Waktu

    Hari ini saya menjalani peran sebagai pemberi feedback. Ada beberapa project dan program yang mau jalan, dan tim butuh masukan. Sore ini saya bikin semacam “klinik”—orang boleh datang untuk nanya, minta saran, atau minta dibantu mikirin jalan keluar. Dari sesi hari ini, saya jadi kepikiran satu hal:feedback itu bukan cuma soal siapa yang memberi, tapi…

  • Hari 7: Menjalankan Proyek Besar: Detail, Tracking, Evaluasi

    Hari ini saya ngecek update salah satu proyek besar yang lagi kami jalanin. Skalanya lumayan “serius”: durasinya setahun, budgetnya nggak kecil, hampir seluruh tim terlibat, dan ekspektasinya pun tinggi. Proyek semacam ini bukan tipe yang bisa diselesaikan dengan “ayo semangat” dan “nanti juga beres”. Yang bikin saya ketawa kecil (tapi juga agak nyesek) adalah: waktu…

  • Hari 6: Tiga Cara Develop Produk: Ikut, Dipesan, atau Menerobos

    Hari ini jadwal saya penuh meeting soal pengembangan produk baru. Yang menarik, topiknya beda-beda, sumber idenya beda-beda, cara ngerjainnya juga beda-beda. Dan dari situ saya kepikiran satu pertanyaan yang sebenarnya cukup mendasar: Dari mana sih pengembangan produk itu biasanya dimulai? Kalau disederhanakan, saya melihat ada tiga jalur besar yang sering jadi sumber lahirnya produk. Masing-masing…

  • Hari 5: Kenapa Resolusimu Selalu Gagal?

    Hari ini Senin pertama. Hari kerja pertama di kantor. Tadi saya bikin acara internal bareng tim. Sederhana aja: semua orang diminta cerita resolusi untuk 2026. Tapi saya kasih satu aturan kecil: bukan berubah goal—berubah habit. Soalnya goal itu sering cuma poster. Kalau habitnya nggak dibenerin, goalnya capek sendiri. Jawaban tim beragam, dan jujur itu menyenangkan:…

  • Hari 4: Tiga Pelajaran dari Nonton MasterChef

    Weekend begini, liburan saya sering saya isi dengan satu hobi yang konsisten dari dulu: nonton kompetisi. Entah kompetisi apa pun, saya suka aja ngeliat orang diuji, ditekan waktu, dikasih tantangan aneh-aneh, lalu kita lihat siapa yang tetap tenang dan siapa yang berantakan. Hari ini saya nonton MasterChef Indonesia (season terbaru). Dan anehnya, di antara hiburan,…

  • Hari 3: Salah Ukuran

    Hari ini Sabtu. Nggak ada pekerjaan kantor, tapi ada “pekerjaan rumah” yang sering lebih nyata: bantu rapihin dapur. Keliatannya sederhana. Tinggal beli satu barang yang dibutuhkan, pasang, rapih, selesai. Tapi ternyata masalah muncul dari hal yang paling klasik dan paling sepele: ukuran. Harusnya barang yang dibeli itu ukurannya harus fix, nggak boleh selisih. Presisi. Tapi…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.