Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
Hari 42: Bukan Nambah Kerja, Tapi Nambah Ownership
Halo, kita berjumpa di hari keempat puluh dua. Hari ini saya mau cerita soal peran setiap orang untuk mencapai tujuan bersama. Terus muncul pertanyaan yang menurut saya menarik (dan sering kejadian): “Kalau kerjaan saya sudah baik, sudah beres, nggak error, selesai… apakah saya harus mikirin hal lain yang menguntungkan? Atau cukup jalankan job yang sampai…
-
Hari 41: Kenapa Saya Masih Suka Sharing Sama Anak Magang
So, 41. Hari ini saya buka lagi sesi sharing sama anak-anak magang. Ceritanya, sejak pandemi 2020, sudah lima tahun kita punya program magang. Waktu itu awalnya ya karena kita butuh bantuan, tapi niatnya juga pengen bantu masyarakat—pengen ada spot yang bisa saling isi. Saya masih ingat ada momen waktu pandemi: ada anak magang yang senang…
-
Hari 40: Dokumen Rapi Itu Bukan Sekadar Estetika
Sehari ke-40. Hari ini saya bantuin ngecek pekerjaan dokumen bisdek. Dan ya, ini tipe kerjaan yang biasanya selalu memunculkan komentar yang sama: “Mas Ben perfeksionis ya?” atau “Ini ngurusin hal-hal sepele ya?” Padahal buat saya sederhana: sesuatu yang nggak tepat ya tetap nggak tepat—walaupun buat sebagian orang “nggak kelihatan”. Dari ngecek dokumen anak-anak hari ini,…
-
Hari 39: Strategi Itu Nyaman, Eksekusi Itu Kenyataan
Semua hari ke-39. Seperti biasa, masih dalam rangka menamatkan satu buku dalam satu minggu. Buku kali ini adalah buku kelima yang saya baca dalam pola ini: The 4 Disciplines of Execution (Chris McChesney, Sean Covey, Jim Huling). Ini bukan buku baru. Tapi buat saya ini buku yang menarik banget karena biasanya buku bisnis ngajak kita…
-
Hari 38: Konteks Itu Mahal
So, ini hari ke-38. Hari Sabtu, hari libur. Hari ini saya nonton ulang tayangan yang dulu sempat saya tonton juga—yang belakangan ramai dibicarakan orang. Mumpung langganan streaming saya masih ada, ya saya putar lagi. Saya juga sempat cari-cari diskusi di media-media: “sebenarnya masalahnya di mana?”, “yang dipermasalahkan bagian mana?”, “kok bisa meledak segitunya?” Waktu nonton…
-
Hari 37: Bukan Soal Offline vs Online, Tapi Sistemnya
So hari ke-37, hari ini ada diskusi yang bikin saya agak ke-trigger. Saya dengar argumen ini: kerja offline (interaksi langsung) bikin komunikasi lebih lancar, diskusi lebih cepat, keputusan lebih cepat, solving problem lebih mudah, dan seterusnya. Saya nggak menyangkal. Secara fakta, interaksi langsung memang lebih gampang: ada ucapan, ada raut wajah, ada “oh dia lagi…
-
Hari 36: Jangan Jadi Waiters di Kantor
Selah hari ini 36, saya sudah kembali kerja setelah cuti. Hari ini dipenuhi meeting-meeting. Ada meeting buat nge-review kerjaan, ada diskusi soal progres, dan ada obrolan yang kelihatannya sederhana tapi ternyata penting: jenis-jenis pekerjaan. Karena ketika kita kerja kolektif—banyak orang, banyak tim—kerjaan itu memang bertipe macam-macam. Dan sering kali problem bukan “nggak ada kerjaan”, tapi…
-
Hari 35: Jangan Underestimate People
Halo, Radikal 35. Hari ini saya masih liburan sama keluarga. Jalan-jalan ke mall. Dan entah kenapa, kalau saya masuk mall, otak saya suka otomatis mikir: “kalau punya usaha, sebenarnya kita lagi lihat apa sih?” Hari ini yang kepikiran adalah sales counter di toko-toko mewah. Saya lihat toko branded itu cenderung sepi. Ada yang benar-benar kosong,…
-
Hari 34: Mall Masih Eksis
So, ini hari ke-34. Hari ini saya ngambil cuti. Saya masih liburan sama keluarga, jalan-jalan ke mall.Dan seperti biasa, kegiatan sederhana kayak di mall pun bikin kepala saya mikir: kalau orang punya usaha, dia lihat mall itu bukan cuma tempat belanja—tapi tempat ngeliat cara market bekerja.Ada tiga hal yang saya pelajari dari apa yang saya…
-
Hari 33: Hidup Nggak Selalu A atau B
So, hari ini kita mulai review dari Senin, mulai bulan baru. Kalau di-recap, hari ini tuh tipikal Senin: sedikit meeting, sedikit review, sedikit ngerjain kerjaan. Tapi ada satu cerita gede yang nyangkut di kepala hari ini: kadang-kadang sesuatu itu kita anggap sebagai pilihan A atau B. Padahal sebenarnya masih bisa dicari titik tengahnya: A dengan…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.