Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 92: Teknologi Tetap Butuh Manusia

    Hari ini ada salah satu yang paling membekas yakni pengalaman yang tidak menyenangkan saat berinteraksi dengan teknologi. Sebagai orang yang kerja di perusahaan berbasis teknologi, dan juga punya latar belakang IT, saya tentu bukan orang yang anti sistem. Saya justru termasuk yang percaya bahwa teknologi bisa membantu banyak hal. Teknologi bisa mempercepat, merapikan, mempermudah, dan…

  • Hari ke-91 — Kenapa perusahaan harus tetap membuat karyawannya belajar

    Hari ini jadi hari pertama culture belajar dijalankan lagi lebih serius di perusahaan saya. Sebenarnya ini bukan hal baru. Dari dulu saya memang percaya bahwa orang-orang di perusahaan ini harus terus belajar. Tantangannya berubah, zamannya berubah, masalahnya juga berubah. Kalau kita tidak relevan dan tidak beradaptasi, ya kita akan kalah oleh waktu. Saya ingat satu…

  • Hari 90: Kenapa Saya Mau Terima Fresh Graduate

    Hari ke-90. Alhamdulillah, tiga bulan berturut-turut konten jalan—walau beberapa kali harus dirapel karena liburan dan ritme yang sempat pecah. Sekarang sudah mulai kerja lagi, polanya mulai terbentuk, dan saya bisa kembali mengagendakan waktu untuk menulis. Hari ini saya ingin mengangkat satu cerita dari sesi diskusi: saya ditanya, kenapa saya mau menerima anak fresh graduate? Yang…

  • Hari 89: Minta Maaf Ternyata Tidak Sesulit Itu

    Hari ini Senin, hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran. Saya mencoba satu inisiatif di perusahaan saya: halal bihalal dengan format yang sedikit berbeda. Setiap karyawan diminta saling meminta maaf, tapi lewat platform (tidak langsung), supaya: Bahkan ada “gamification” kecil: kalau jumlah minta maaf melewati angka tertentu, semua dapat hadiah/angpao sebagai bentuk perayaan. Dari eksperimen…

  • Hari 88: Keep Going, Terus Berkarya Saat Hari Bagus atau Buruk

    Hari ini Minggu. Seperti biasa saya masih dalam misi satu minggu, satu buku. Ini buku ke-12 dari target 52 buku tahun ini, sekaligus penutup trilogi Austin Kleon yang saya baca tiga minggu berturut-turut: Steal Like an Artist, Show Your Work, dan yang terakhir Keep Going. Seperti buku Austin Kleon lainnya, Keep Going juga menyenangkan: sekitar…

  • Hari 87: 30 Km Macet Itu Bukan “Kaget”, Itu Pola

    Hari ini Sabtu. Saya tidak melakukan banyak hal, tapi saya mengikuti beberapa pemberitaan tentang mudik dan kemacetan yang sampai puluhan kilometer. Perjalanan yang seharusnya 5–7 jam bisa jadi 14–15 jam—dua kali lipat. Saya tidak mengalaminya langsung, tapi justru itu membuat saya bisa melihatnya sebagai fenomena: ini momentum tahunan. Artinya, secara teori, bisa diprediksi dan dipersiapkan.…

  • Hari 86: Mainkan Orang di Posisi Terbaiknya

    Hari ini hari ke-86. Saya sempat tiga hari tidak ngonten, tapi tidak apa-apa. Rasanya saya lagi ingin punya “suara” sendiri setelah liburan, sebelum ritme kerja kembali penuh. Jadi saya banyak istirahat, rehat, dan mencari hal-hal yang biasanya hilang saat sudah full kerja. Hari Jumat ini Timnas Indonesia kembali bermain. Saya menonton dan kepikiran satu tema…

  • Hari 85: Momentum, Rezeki Tetangga, dan Mall yang Upgrade

    Hari ini saya liburan, jalan-jalan dalam kota, lalu makan-makan. Saya mendapati sesuatu yang menarik: beberapa resto yang biasanya sepi kalau hari normal, hari ini mendadak rame banget. Jalanan macet, keluar-masuk mall macet, dan hampir semua tempat makan terlihat penuh. Dari pengalaman sederhana ini, saya menangkap tiga pelajaran bisnis yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. 1)…

  • Hari 84: Tiga Tipe Orang di Hari Pertama Kerja Setelah Lebaran

    Hari ini hari pertama masuk kerja bagi banyak orang. Secara aturan, cuti bersama selesai hari ini. Tapi perusahaan saya masih libur sampai akhir pekan. Saya bersyukur, karena saya percaya bertemu keluarga itu salah satu cara untuk recharge energi. Tapi itu membuat saya kepikiran: apa yang ada di kepala orang-orang yang masuk kerja di hari pertama…

  • Hari 83: Reuni dan POV Orang yang Tidak Punya Teman Dekat

    Hari ini saya menemani istri untuk halal bihalal sekaligus reuni dengan teman-temannya. Saya sendiri tidak punya acara halal bihalal, tidak punya reuni, dan jujur saja, saya tidak punya teman dekat yang bisa saya ajak kumpul seperti itu. Maka hari ini saya melihat reuni dari sudut yang berbeda: sudut orang yang jarang mengalami reuni, dan tidak…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.