Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 82: Pendidikan Itu Lebih dari Ijazah

    Hari ini hari Lebaran ketiga. Tidak ada tempat khusus yang dikunjungi, jadi saya lebih banyak stay di rumah, lalu sempat main ke rumah orang tua. Dari obrolan santai itu, topik kami mengarah ke satu hal yang terasa sederhana tapi sebenarnya besar: pentingnya sekolah dan pendidikan. Saya pribadi tidak melihat pendidikan hanya sebagai akademis. Buat saya,…

  • Hari 81: Show Your Work, Biar Karya Ketemu Orangnya

    Hari ini Minggu. Seperti biasa saya masih mencoba konsisten: satu minggu menyelesaikan satu buku. Pekan ini cukup hektik karena pekan Lebaran, jadi saya pilih buku yang ringan dan bisa selesai dalam waktu singkat. Buku ke-11 dari target 52 buku tahun ini adalah Show Your Work! (Austin Kleon). Ini lanjutan dari Steal Like an Artist yang…

  • Hari 80: Lebaran, Urusan Manusia, dan Kesempatan yang Tidak Selalu Ada

    Ada satu hal yang saya ingat hari ini: saya sempat punya anggapan bahwa apa yang saya sampaikan itu “unik sekali”. Bukan karena ingin terlihat berbeda, tapi karena saya jarang mendapat kesempatan menyampaikannya di tempat yang sama, kepada orang-orang yang itu-itu saja. Sudah sekitar lima sampai tujuh tahun, saya tidak benar-benar “berbagi” di tempat saya tinggal…

  • Hari 79: Kumpul, Cerita, Berbagi

    Hari ini hari ke-79, hari setelah aktivitas malam yang melelahkan dan rasanya tinggal menunggu: kapan Lebaran? “Nanti malam,” katanya. Di titik ini, badan sudah capek dan pikiran seperti berkata: ya sudah, tinggal tunggu hari besarnya. Tapi saya ingin mencoba mencari makna Lebaran bersama keluarga. Bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momen yang memang “disediakan” agar kita…

  • Hari 78: Kenapa Bersih-bersih Nunggu Lebaran?

    Hari ke-78. Menjelang Lebaran, biasanya ada momen menunggu pengumuman: kapan akhirnya 1 Lebaran. Sebenarnya informasi itu bisa dicari, bisa diperkirakan, bahkan bisa dibahas dari data dan standar tertentu. Tapi tetap saja, Lebaran itu punya sensasi khas: menunggu “kelihatan atau tidak”. Sambil menunggu itu, hari ini diisi dengan hal yang juga khas: bersih-bersih sebelum Lebaran. Dan…

  • Hari 77: Memori Itu Selektif

    Hari ini hari terakhir masuk kerja sebelum libur Lebaran. Saya pakai untuk memastikan semua pekerjaan aman, karena akan ditinggal libur cukup panjang. Di sisi lain, saya juga bertemu teman-teman dan ngobrol soal kenangan. Dan saya kaget: ternyata saya banyak lupa, sementara mereka ingat detail yang menurut saya “wah iya ya”. Itu mengingatkan saya bahwa kemampuan…

  • Hari 76: Ceritakan, Contohkan, Tegurkan

    Kemarin saya menulis tentang membumikan culture manusiawi di kantor. Hari ini saya lanjut dengan pertanyaan yang lebih sulit: bagaimana budaya bisa tetap hidup lintas generasi? Karena orang berganti, tim bertambah, anak baru masuk—dan mereka tidak otomatis tahu budaya itu seperti apa. Halnya bukan cuma culture; banyak hal di perusahaan juga sama: kalau tidak diturunkan dengan…

  • Hari 75: Membumikan Culture Manusiawi

    Hari ini saya mencoba membumikan value/culture manusiawi di kantor. Saya minta semua orang menceritakan pengalaman manusiawi mereka. Awalnya saya kira orang akan bercerita tentang kejadian-kejadian spesifik sehari-hari, tapi yang muncul justru banyak testimoni positif—terutama tentang momen awal perkenalan dengan perusahaan ini dan perjalanan setelahnya. Dari cerita-cerita itu, saya menarik tiga hal yang penting untuk saya…

  • Hari 74: Steal Like an Artist, Biar Kreatif Tidak Terlalu Berat

    Hari ini saya lanjut misi satu minggu satu buku. Ini buku ke-10. Targetnya memang rutin, tapi selama Ramadan saya masih kesulitan menemukan ritme membaca yang panjang. Jadi saya pilih buku yang ringan, singkat, dan menyenangkan. Saya membaca ulang Steal Like an Artist (Austin Kleon). Buku ini punya tempat khusus, karena dulu ikut menginspirasi kebiasaan saya…

  • Hari 73: Rumus Presentasi 3 Waktu

    Hari ini hari ke-73. Saya sempat tiga hari tidak menulis, karena kemarin-kemarin ada agenda di luar kota. Jadi hari ini saya kejar dulu—dan ceritanya tetap cerita yang terjadi hari itu. Sabtu kemarin saya diminta jadi mentor: tugasnya mengomentari presentasi teman-teman startup. Dari pengalaman itu, saya merangkum satu formula yang menurut saya sangat sederhana, tapi sering…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.