Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 112: Interview Itu Obrolan

    Hari ini ada satu interview dari anak kuliahan untuk tugas mereka. Seperti biasa, saya coba layani semampu saya. Temanya tentang leadership, jadi saya cerita bagaimana saya memimpin perusahaan dan beberapa hal yang saya alami di dalamnya. Dari pengalaman itu, saya jadi kepikiran satu catatan kecil: kalau kita ingin interview atau ngobrol dengan orang lain, ada…

  • Hari 111: Review Buruk Itu Sinyal

    Hari Selasa ini banyak hal yang tidak sesuai ekspektasi. Salah satunya ketika saya ke bengkel untuk ganti kampas rem. Dalam bayangan saya, ini pekerjaan yang harusnya tidak terlalu lama. Mungkin 5 sampai 10 menit. Tinggal diganti, selesai, lalu lanjut aktivitas lain. Ternyata tidak begitu. Saya harus menunggu sampai sekitar satu setengah jam, dan sebagian dari…

  • Hari 110: Kalau Sudah Basi, Buang

    Hari Senin ini saya justru menulis cerita hari Minggu, karena kemarin saya sakit. Sakitnya bukan yang ringan-ringan menyenangkan. Sepertinya saya keracunan makanan basi. Bangun tidur perut sudah tidak enak, rasanya melilit, diare, bolak-balik kamar mandi, pusing, dan sulit tidur. Hari itu benar-benar berat. Dari situ saya jadi kepikiran bahwa kadang hal kecil yang kita anggap…

  • Hari 109: Teori yang Jadi Nyata

    Hari Minggu ini saya masih melanjutkan misi satu minggu satu buku. Walaupun ritmenya agak tertatih, akhirnya buku ke-15 bisa selesai juga. Buku yang saya baca minggu ini adalah Top Words karya Billy Boen. Buku ini saya temukan setelah kemarin sempat main ke tempat yang punya banyak buku, tapi sayangnya banyak yang seperti tidak terbaca. Akhirnya…

  • Hari 108: Pengganti Harus Sepadan

    Hari ke-108 ini sempat tertunda empat hari dari jadwal semula. Dari satu obrolan dan tontonan, saya jadi kepikiran soal sesuatu yang sebenarnya sering terjadi di banyak konteks: ketika satu orang pergi, satu posisi kosong, atau satu peran hilang, bagaimana cara kita mencari penggantinya? Kadang kita merasa yang penting posisinya terisi dulu. Yang penting ada orangnya…

  • Hari 107: Belajar dari Cara Petani

    Hari ini saya bertemu dengan orang tua saya yang seorang petani. Dari obrolan itu, saya jadi mendengar lagi bagaimana cara beliau melihat tanaman, memilih apa yang ditanam, dan mempertimbangkan untung-ruginya. Yang menarik, cara berpikirnya ternyata sangat praktis, sangat nyata, dan sangat bisa direfleksikan ke kehidupan lain. Bahkan buat saya yang bukan petani, banyak pelajaran yang…

  • Hari 106: Balik ke Dasar Dulu

    Hari ini saya sempat ada kegiatan untuk e-learning yang lain. Dari situ saya belajar lagi bahwa e-learning itu ternyata sesuatu yang berbeda kalau dilihat dari perspektif yang tepat. Awalnya saya kira ini kurang lebih seperti kuliah online zaman dulu. Duduk, dengar materi, selesai. Tapi ternyata setelah dijalani, saya merasa ada sudut pandang yang berbeda. Justru…

  • Hari 105: Annual Report Itu Bukti

    Hari ini ada sesuatu yang layak dirayakan: publikasi annual report terbaru perusahaan kami. Buat kami, annual report bukan dokumen biasa. Ini sudah jadi budaya tahunan. Semacam momen untuk memetakan ulang, mengingat ulang, dan melihat lagi apa saja yang sudah kami capai selama satu tahun terakhir. Yang membuatnya terasa spesial, annual report kami juga sudah menggunakan…

  • Hari 104: Passion Bukan Job Title

    Hari ini saya ngisi acara bareng anak-anak magang, seperti biasa dalam format podcast kecil. Pembahasannya menarik karena menyentuh tema yang sering banget bikin orang bingung: sebenarnya karier itu harus ngikutin passion, atau passion yang ngikutin karier? Menurut saya, pertanyaan itu menarik justru karena sering dibayangkan terlalu hitam-putih. Seolah-olah kita harus memilih salah satu, padahal realitanya…

  • Hari 103: Siap Jadi Karyawan

    Hari ini sebenarnya tulisan ini sempat kelewat satu hari karena kemarin saya ketiduran. Tapi justru dari ritme yang agak berantakan itu, saya kepikiran satu hal tentang dunia kerja: tidak semua orang yang sudah diterima kerja benar-benar siap jadi karyawan. Maksud saya bukan soal kemampuan teknis dulu. Bukan cuma soal bisa mengerjakan tugas atau tidak. Tapi…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.