Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”

  • Hari 132: Anak dan Karier

    Dalam satu diskusi, saya membahas pertanyaan yang cukup sensitif, tapi penting: Apakah memiliki anak akan menghambat karier? Pertanyaan ini muncul dari refleksi bahwa setelah perusahaan berjalan cukup lama, kami mulai mengalami fase baru. Dulu karyawan yang bergabung mungkin masih muda, masih awal karier, masih banyak bicara soal pekerjaan dan pengembangan diri. Sekarang sebagian mulai menikah.…

  • Hari 131: Menikah dan Karier

    Masih dari rangkaian one on one. Salah satu obrolan yang muncul adalah tentang rencana ke depan. Dari situ saya menyadari satu hal: perusahaan ini ternyata sudah cukup lama berdiri, dan orang-orang di dalamnya juga sudah cukup lama bertumbuh bersama. Dulu mungkin ada yang masuk saat masih muda. Masih awal karier. Masih mencoba memahami dunia kerja.…

  • Hari 130: Jangan Sembunyi di Burnout

    Masih menjawab pertanyaan dari sesi one on one. Kali ini pertanyaannya tentang seorang karyawan yang mengalami burnout. Bagaimana cara mengatasinya? Saya rasa ini pertanyaan yang penting, karena burnout sering kali tidak datang tiba-tiba dalam bentuk yang dramatis. Kadang ia datang pelan-pelan. Awalnya hanya merasa capek. Lalu mulai kehilangan energi. Lalu pekerjaan yang biasanya bisa diselesaikan…

  • Hari 129: Bukan Salah Sendiri

    Masih dari sesi one on one. Kali ini pertanyaannya cukup klasik, tapi juga cukup berat untuk orang-orang yang punya rasa ownership tinggi: Kalau pekerjaan kita belum berhasil dan dampaknya terasa ke perusahaan, padahal kita sudah melakukan effort terbaik, apakah itu masih salah kita? Saya rasa pertanyaan ini sering muncul pada orang-orang yang peduli. Orang yang…

  • Hari 128: Sabar Itu Strategi

    Saya mendapat pertanyaan dalam salah satu wawancara. Pertanyaannya kurang lebih begini: ketika saya ingin mencapai sesuatu, hal atau cara apa yang selama ini terbukti efektif dan berhasil? Ini pertanyaan yang sulit. Karena jawabannya bisa berubah tergantung situasi, kondisi, waktu, tujuan, dan masalah yang sedang dihadapi. Cara yang berhasil untuk satu hal, belum tentu berhasil untuk…

  • Hari 127: Fokus Solusi, Bukan Drama

    Dalam beberapa sesi one on one, muncul pertanyaan yang arahnya mirip-mirip. Bagaimana cara menjaga kewarasan saat bekerja? Bagaimana melewati stres ketika pekerjaan sedang banyak, tapi masalah pribadi juga ikut datang? Bagaimana tetap bisa menjalani hari ketika kepala rasanya penuh, badan capek, dan hati ikut kepencet? Saya rasa pertanyaan seperti ini penting, karena dalam bekerja kita…

  • Hari 126: Standar Salah Siapa

    Dalam salah satu sesi one on one, saya mendapat pertanyaan yang menarik: Bagaimana cara cepat menyadari kesalahan? Kalau pertanyaan ini dicerna pelan-pelan, sebenarnya ada kekhawatiran di baliknya. Ada orang yang sedang bekerja, lalu bertanya-tanya: yang saya lakukan ini benar atau salah ya? Dan kalau salah, bagaimana caranya supaya bisa cepat disadari? Menurut saya, pertanyaan ini…

  • Hari 125: Fokus ke Yes

    Dalam salah satu sesi one on one, muncul pertanyaan yang cukup sering juga saya dengar dalam bentuk berbeda-beda: “Apakah keputusan yang saya ambil ini sudah tepat?” Pertanyaannya bisa macam-macam konteksnya. Bisa soal kerjaan, karier, relasi, biaya, keluarga, mimpi, atau pilihan hidup yang kelihatannya sederhana tapi ternyata berat di kepala. Untuk pertanyaan seperti ini, saya biasanya…

  • Hari 124: Tidak Bisa Jadi Dua

    Masih dalam rangkaian one on one. Dalam salah satu sesi, muncul cerita tentang rasa bersalah ketika kita tidak bisa menjalankan tanggung jawab yang biasanya hanya bisa kita lakukan sendiri. Situasinya cukup manusiawi. Ada pekerjaan yang seharusnya kita pegang. Ada tanggung jawab yang biasanya ada di pundak kita. Tapi karena ada kondisi lain yang tidak bisa…

  • Hari 123: Ketok Semua Pintu

    Masih dalam rangkaian one on one. Salah satu obrolan yang muncul adalah tentang bagaimana cara menyampaikan request atau permintaan besar kepada orang lain, terutama ketika permintaan itu terasa berat dari sudut pandang orang yang kita mintai bantuan. Ini situasi yang sering terjadi di kerjaan. Bagi kita, permintaannya sederhana. Bagi kita, ini penting. Bagi kita, ini…

Mau baca jawaban saya? tanya saja.