Category: Uncategorized

  • Hari 142: Ego atau Organisasi

    Dalam salah satu sesi one on one, saya mendapat pertanyaan yang cukup menarik: Kalau co-founder punya visi yang berbeda dan tidak bisa berjalan bersama, harus bagaimana? Sekilas pertanyaan ini mungkin terasa jauh dari keseharian sebagian orang. Tapi buat saya, pertanyaan ini jadi bahan berpikir yang penting. Karena ketika kita membangun sesuatu bersama orang lain, entah…

  • Hari 141: Siapkan Masa Sulit

    Pertanyaan lanjutan dari pembahasan tentang COVID muncul lagi. Apakah ada solusi untuk melewati wabah seperti COVID di perusahaan, selain merumahkan karyawan? Menurut saya, ini pertanyaan yang menarik. Karena waktu COVID dulu, kami juga pernah mengambil keputusan berat. Ada efisiensi. Ada evaluasi. Ada keputusan yang tidak mudah. Tapi kalau dipikirkan lagi, pertanyaan ini penting untuk dijawab…

  • Hari 140: Mode Survival

    Saya mendapat pertanyaan tentang apa yang membuat perusahaan saya bisa bertahan di tengah COVID-19. Pertanyaan ini mungkin muncul karena ada kekhawatiran tentang kemungkinan hari-hari sulit yang bisa datang lagi. Bisa juga karena orang ingin diyakinkan bahwa kalau dulu kita pernah melewati masa sulit, berarti pengalaman itu bisa menjadi bukti bahwa kita punya bekal untuk menghadapi…

  • Hari 139: Idealis atau Oportunis

    Masih melanjutkan bahasan dari one on one. Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah tentang karier pertama. Kalau baru memulai karier, lebih baik mulai dari pekerjaan yang idealis atau yang oportunis? Maksudnya, apakah harus sesuai jurusan? Harus sesuai keinginan? Harus sesuai cita-cita? Atau ambil saja kesempatan yang ada, yang penting bisa mulai bekerja dulu?…

  • Hari 138: Pergi Biar Punya Cerita

    Masih melanjutkan dokumentasi dari proses one on one. Dalam salah satu sesi, ada karyawan yang bercerita bahwa ia hampir tidak pernah travelling. Hari-harinya banyak dihabiskan di rumah dan sekitar rumah saja. Sekilas mungkin ini terdengar biasa. Karena setiap orang memang punya kebiasaan yang berbeda. Ada yang suka pergi. Ada yang lebih nyaman di rumah. Ada…

  • Hari 137: Beda Pulau, Beda Realita

    Masih melanjutkan dokumentasi dari sesi one on one. Dalam salah satu sesi, saya bertemu dengan salah satu karyawan yang bekerja remote dari luar Jawa. Beliau berada di Sumatera. Dari obrolan ini, saya jadi kepikiran satu hal. Kalau karyawan betah dan loyal, waktu akan berjalan. Mereka menikah. Mereka punya anak. Mereka bertumbuh dengan fase hidupnya masing-masing.…

  • Hari 136: Checklist Sebelum Serius

    Dalam beberapa sesi one on one, saya menyadari satu hal yang cukup menarik. Beberapa karyawan saya ternyata sudah tumbuh dewasa. Dulu mungkin obrolannya masih banyak tentang kerja, adaptasi, bingung menghadapi tugas, atau pengembangan diri. Sekarang obrolannya mulai bergeser. Ada yang sudah punya pasangan. Ada yang mulai masuk fase hubungan lebih serius. Ada yang mulai berpikir…

  • Hari 135: Kerja dan Kejar Mimpi

    Dalam salah satu sesi one on one, saya bertemu dengan tim yang punya mimpi kecil. Mimpi yang ingin diwujudkan. Cita-cita yang ingin dikejar. Sesuatu yang bukan hanya ingin dibayangkan, tapi benar-benar ingin dibuat jadi kejadian. Saya suka melihat orang punya mimpi seperti ini. Karena itu berarti masih ada sesuatu yang menyala. Masih ada keinginan untuk…

  • Hari 134: Hak Tetap Hak

    Masih dalam rangka menjawab bahan dari one on one. Ada satu pertanyaan menarik tentang klien yang kurang tertib dalam melakukan pembayaran. Situasinya kira-kira begini: pembayaran sudah lewat jauh dari deadline, lalu kita push agar mereka segera menyelesaikan kewajibannya. Masalahnya, klien merasa tersinggung. Lalu muncul kekhawatiran: jangan-jangan karena kita menagih terlalu tegas, mereka jadi tidak retensi.…

  • Hari 133: Fokus yang Bisa Dikontrol

    Masih menjawab pertanyaan dari sesi one on one karyawan. Ada yang merasa overthinking tentang pekerjaannya. Apalagi ketika pekerjaan itu terasa berdampak besar pada keberlangsungan perusahaan, tapi hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ini situasi yang cukup berat. Karena di satu sisi, kita ingin bertanggung jawab. Kita ingin pekerjaan berhasil. Kita ingin apa yang kita…