17. Bagaimana membangun sistem pendukung?

Dahulu saat kuliah saya mendapat mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan. Yang saya ingat, dijelaskan bahwa ketika mengambil keputusan ada serangkaian metode yang dapat digunakan. Pada akhirnya memang kita, manusia, yang mengambil keputusan dan bertanggung jawab atasnya. Tetapi semua metode itu berawal dari pengumpulan data, pembobotan dan ditarik rumus pendekatan yang beragam. Lalu sistem bisa membantu memilih mana yang terbaik dari pilihan tersedia.

Support system tak berlaku hanya dalam mengambil keputusan. Bahwa sehari-hari kita butuh dukungan itu juga. Bukankah yang membuat ramai dunia politik karena dukungan. Tim sepakbola, artis dan band semua kaya karena dukungan fans. Ketika mereka disistemkan ternyata dapat membawa kemenangan, karya yang laku dan moril yang terus bergerak tumbuh.

Sama halnya di dalam pekerjaan. Sebagai makhluk sosial yang tak bisa menyendiri, agaknya memiliki support system adalah cara menjangkau tujuan bersama. Ketika memiliki tim yang siap mendukung, membantu, mengambil peran, sepertinya masalah hanyalah status yang dapat terurai selesai. Maka sikap standby, reliable, responsif, menjadi gagasan sempurna agar dukungan yang diberikan tepat dan kita tak perlu banyak menengok ke belakang, karena everybody ready.

Tapi jangan disangka support system itu hanya berlaku atas ke bawah. Bos menyuruh bawahan. Yang terbawah juga membutuhkan yang di atas. Sudut pandang, pengalaman, pola pikir sampai keputusan juga merupakan support system yang dibutuhkan sebagai manusia pada umumnya. Sekalipun dirasa negatif, jarang dilakukan, tak disadari, pada akhirnya kita manusia dan saling membutuhkan. Rantai makanan paling unggul pun butuh yang di bawahnya untuk tetap unggul. Yang dimangsa membutuhkan ancaman untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Walhasil membuat sistem pendukung akan menjaga kita tak merasa sendiri. Semua tantangan akan terasa mudah jika dihadapi bersama. Maka, dukunglah.

Jabungan, 16 Februari
Tabik
Ben
17/350


Posted

in

by

Tags:

Comments

One response to “17. Bagaimana membangun sistem pendukung?”

  1. Alma Cantika Aristia Avatar
    Alma Cantika Aristia

    Halo, Mas Ben!
    Senang membaca tulisan ini. Apalagi katanya inspirasinya dari kami, tim support LindungiHutan 😀

    Dulu sempat terbesit tanya dari saya, kenapa CEO masih suka merasa sendiri? Di setiap meeting bukannya dia yang paling banyak ngomong, bahkan sesukanya, apa saja boleh disampaikan. Apalagi soal dukugan, tinggal titah saja bukan? Bagaimana dengan kami yang ada di bawahnya, yang mungkin punya keterbatasan lebih besar?

    Tapi setelah membaca tulisan-tulisan di blog ini, saya menangkap sebuah sudut pandang lagi tentang manusia. Bahwa ternyata manusia memang sedalam dan seluas itu, yaa! Banyak sisi lain yang tidak terlihat dan mungkin tidak sejauh itu kita pahami. Di balik lugasnya seseorang bercerita, ternyata masih ada banyak cerita lain di baliknya. Begitupun sebaliknya. Hal-hal demikian memaksa saya untuk bisa meluaskan hati dan pikiran dalam memberikan penilaian terhadap orang-orang. Lebih jauh, memberikan dan membukakan keleluasan untuk saling menerima dan mendukung.

    Terima kasih, Mas Ben! Semoga ke depan support system ini semakin solid dan semakin luas lagi. Ditunggu tulisan-tulisan yang lain^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *