Mewariskan pengetahuan: “Tulis apa yang ingin dibaca”
-
14. Bagaimana kita tidak kabur oleh cara dan fokus pada tujuan?
Hari ini saya bertemu dengan tim saya yang berpindah jabatan. Ada ketakutan yang saya dengar darinya bahwa jika dia tidak bisa sebagus dari pengemban posisi sebelumnya. Namun ada hal yang saya sampaikan dan ternyata dapat dimaknai dengan benar cerita saya. Berikut yang saya sampaikan kepadanya. Jabungan, 29 Januari Tabik Ben 14/350
-
13. Mengapa kita dapat mencintai tanpa syarat?
Dalam hidup ini kita sering bertanya alasan. Mengapa. Start with Why. Tahukah bahwa kadang-kadang tak ada logika. Sesuatu terjadi begitu saja. Bahkan ketika mencari alasan itu nampak dibuat-buat, dipas-paskan. Karena sebenarnya bukan karena A sebab B. Tapi karena cinta tanpa syarat. Saya lumayan mengikuti sepakbola Liga Populer. Saya memilih satu klub. Bukan klub paling terkenal,…
-
12. Bagaimana mengisi liburan?
Saat sedang bekerja kita mungkin merasa capek badan sehingga ingin beristirahat lebih atau sekedar mehilangkan penat. Namun karena waktu yang terbatas di hari kerja, biasanya dapat maksimal di weekend atau hari libur lainnya. Lalu apa saja yang bisa kita lakukan saat liburan agar berarti dan ketika kembali di Senin kita tak menyesali. Berikut daftar saya:…
-
11. Mengapa kita sulit melupakan padahal kita pelupa?
Bagaimana cara kita move on? Bagaimana berdamai dengan perpisahan? Bagaimana kalau berpisah selamanya? Tulisan kali ini ditujukan atas kasus yang terjadi hari ini, benar, karyawan ada yang resign. Menyelesaikan kontrak lebih tepatnya. Tentu bukan karena istimewa orangnya tapi karena momennya aja. Kalau semua yang resign saya nulis, bakal berseries dong. Kan ya ada lagi, ada…
-
10. Mengapa hubungan harus dimulai dari kepercayaan?
Ketika berhadapan dengan orang lain, kita dihadapkan dengan dua pilihan. Apakah kita memang percaya dia. Atau kita tidak percaya sama sekali. Dalam hal apapun. Baik kita keluar duit atau kita dapat duit. Bahkan besarnya duit kadang tidak berhubungan. Mari kita amati contoh-contoh kasus berikut. Saat pertama kali saya pergi jauh, ke luar kota. Jujur. Saya…
-
9. Mengapa terbuka justru membuat kepercayaan meningkat?
Hubungan seseorang dengan yang lain dimulai dengan kepercayaan. Apalagi yang menyangkut perpindahan satu hal milik satu orang bertukar dengan hal milik orang lain. Ambil contoh, jika kita ingin bertransaksi kita harus percaya bahwa yang kita bayarkan sepadan dengan barang yang diterima. Mau barang mewah atau semurah apapun prinsipnya sama. Tidak ada yang ingin apalagi mau…
-
8. Mengapa kata-kata seperti ini berguna sedang yang lain tidak?
Saya sedang mengingat kembali momen-momen ketika saya mulai mempelajari urusan diet. Dulu waktu masih kurus dan kurang makan, saya sudah membaca tulisan tentang OCD, yang intinya kurangi sarapan dan puasa dalam waktu tertentu. Lalu ketika jaman konten, saya juga sering mendengar dan melihat bagaimana agar kurus. Lalu ketika berat badan bertambah, saya kunjungi kembali hal-hal…
-
7. Bagaimana kita bisa menulis apa yang kita bicarakan?
Cara saya menulis seperti yang sedang dibaca saat ini adalah saya sambil mengeja. Saya berbicara pelan lalu perlahan kata demi kata saya ketik. Kadang saya kembali menekan backspace ketika saya temui pilihan kata saya berulang dari kalimat sebelumnya. Atau yang paling sering saya typo karena merasa bisa mengetik tanpa melihat keyboard lagi. Ya, itu cara…
-
6. Mengapa apa yang kita pikirkan, kita sampaikan dan yang diterima orang berbeda?
Orang memakai waktunya untuk menangkap informasi dan data yang disimpan di otak lalu diolah menjadi pengetahuan. Lalu apa yang kita tahu inilah yang menjadi bahan perbincangan dengan orang lain. Kita mencoba menyampaikan apa yang kita tahu ini agar orang lain menangkap dan akhirnya ada respon yang sesuai. Tetapi nyatanya tidak semudah itu proses panjang ini…
-
5. Mengapa kita tidak bisa menerima orang lain berselera beda?
Sebenarnya pertanyaan di atas adalah jawaban. Ya, jawabannya ada pada kata ‘selera’. Ini menjelaskan pertanyaan yang lebih umum “Kok masih ada ya yang mau pilih X?”. Pertanyaan ini serupa kalo diganti dengan pertanyaan lain, misal: Tentu daftarnya bisa ditambah. Jawabannya adalah ‘selera’. Sekalipun kita bisa menjelaskan bagaimana lezatnya makanan pedas, sensasi di mulut dan perut.…
Mau baca jawaban saya? tanya saja.