Hari 299: Planning Butuh Recovery

Saya termasuk orang yang mungkin tidak selalu all good prepared.

Dan setiap kali ada sesuatu yang miss ketika dijalankan, saya baru sadar bahwa hal kecil yang tidak disiapkan di awal ternyata bisa mendorong banyak hal ke belakang.

Waktunya molor.

Ada barang yang tertinggal.

Ada sesuatu yang tidak sesuai plan.

Lalu yang tadinya harusnya sederhana menjadi lebih ribet karena kita harus membereskan sesuatu yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.

Harusnya dari kejadian-kejadian seperti ini saya bisa semakin belajar.

Bukan berarti semua harus direncanakan sampai sempurna.

Tapi setidaknya kita punya cukup persiapan dan tahu apa yang harus dilakukan ketika planning ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ada tiga hal yang saya pikir penting.

1. Prepare juga soal waktu

Hal pertama yang paling sederhana adalah jangan menyiapkan semuanya terlalu mepet.

Kadang masalahnya bukan karena kita tidak tahu apa yang harus dipersiapkan.

Kita tahu.

Tapi kita baru mengerjakannya ketika waktunya sudah terlalu dekat.

Akhirnya semuanya dilakukan terburu-buru.

Barang tertinggal.

Ada detail yang kelupaan.

Ada sesuatu yang ternyata belum siap.

Dan karena waktunya sudah sedikit, ruang untuk memperbaikinya juga jadi semakin sempit.

Menurut saya persiapan bukan cuma tentang punya checklist.

Persiapan juga berarti memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan checklist itu.

Kalau dilakukan lebih awal, kita punya kesempatan untuk memeriksa lagi.

Ada waktu untuk sadar kalau ada yang kurang.

Dan kalau ternyata ada masalah, masih tersedia ruang untuk memperbaikinya tanpa harus panik.

2. Kalau bermasalah, buat plan baru

Tapi sebagus apa pun persiapannya, tetap ada kemungkinan sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Di situ menurut saya yang dibutuhkan bukan terlalu lama mengeluhkan bahwa plan awal gagal.

Kita harus cepat membuat plan baru.

Apa yang masih bisa diselamatkan?

Apa yang perlu digeser?

Bagaimana recovery-nya?

Apa yang harus dilakukan sekarang supaya masalah di awal tidak terus menyeret semua hal sampai akhir?

Karena satu kesalahan sebenarnya belum tentu membuat semuanya gagal.

Yang sering membuat masalah semakin besar justru ketika kita tidak segera menyesuaikan setelah tahu ada sesuatu yang meleset.

Plan A gagal bukan berarti berhenti.

Kadang kita cuma perlu cukup cepat pindah ke plan berikutnya.

3. Tidak harus all good

Hal ketiga justru membuat saya sedikit lebih tenang.

Ternyata tidak selalu harus all good.

Tidak semua rencana harus berjalan sempurna dari awal sampai akhir.

Kadang ada keterlambatan.

Ada kesalahan.

Ada sesuatu yang lupa.

Ada keputusan yang seharusnya bisa lebih baik.

Tapi selama masih punya ruang untuk recovery, sebenarnya belum tentu semuanya menjadi masalah besar.

Menurut saya ini juga penting supaya planning tidak berubah menjadi sesuatu yang malah mempersulit kita sendiri.

Kita bikin rencana sedetail mungkin, lalu stres ketika satu hal kecil saja tidak sesuai.

Padahal kenyataannya selalu ada ruang untuk adjustment.

Masih ada kesempatan memperbaiki.

Masih ada toleransi.

Masih ada evaluasi setelahnya.

Jadi tujuan planning menurut saya bukan membuat hidup berjalan tanpa kesalahan.

Tapi membuat kita lebih siap ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Siapkan juga cara pulangnya

Dari sini saya jadi merasa bahwa selain punya persiapan, kita juga perlu tahu kemungkinan buruknya.

Kalau ini gagal, apa yang terjadi?

Kalau terlambat, masih bisa sampai kapan?

Kalau sesuatu tertinggal, apa alternatifnya?

Kalau plan awal tidak berjalan, recovery terbaiknya apa?

Dengan begitu kita tidak gampang panik hanya karena sesuatu melenceng.

Kita tahu rencananya.

Kita tahu risikonya.

Dan kita juga tahu bagaimana kembali ke jalur ketika ada masalah.

Karena planning yang baik menurut saya bukan planning yang tidak pernah gagal.

Justru planning yang baik memberi kita ruang untuk tetap sampai ke tujuan meskipun jalannya sempat berubah.

Kita memang perlu menyiapkan perjalanan, tapi sama pentingnya menyiapkan bagaimana caranya recovery ketika perjalanan itu tidak berjalan sempurna.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *