Hari ini saya belajar satu hal yang sebenarnya cukup sederhana:
tidak semua inovasi langsung bisa menembus pasar yang luas.
Kadang ketika sesuatu baru muncul, semua orang antusias.
Ramai dibicarakan.
Terlihat seperti akan mengubah semuanya.
Tapi setelah itu market-nya belum tentu langsung ketemu.
Belum tentu bisa dipakai banyak orang.
Belum tentu orang paham cara memanfaatkannya.
Beberapa tahun lalu kita pernah sangat silau dengan Web3, blockchain, sampai NFT.
Hari ini mungkin kita melihat hal yang mirip pada AI, walaupun sekarang penggunaannya sudah mulai menempel di banyak hal.
Dari situ saya malah kepikiran bahwa perjalanan sebuah teknologi memang tidak sesederhana: diciptakan, lalu langsung digunakan semua orang.
Ada proses panjang di tengahnya.
1. Ide lama bisa baru terasa sekarang
Artificial intelligence sebenarnya bukan sesuatu yang baru buat saya.
Saya bahkan pernah mendapatkan mata kuliah tentang kecerdasan buatan sekitar 15 tahun yang lalu.
Artinya konsep ini sudah dibicarakan jauh sebelum hari ini orang menggunakan AI untuk kerja, belajar, membuat konten, sampai membantu mengambil keputusan.
Cloud computing juga mirip.
Dulu saya belajar konsepnya.
Hari ini penggunaannya sudah terasa sangat biasa.
Kita menggunakan banyak layanan tanpa harus terlalu memikirkan bahwa di belakangnya ada konsep teknologi yang dulu mungkin terdengar baru atau rumit.
Saya jadi merasa ada perbedaan besar antara sebuah ide sudah ada dengan sebuah ide sudah cukup matang untuk dipakai banyak orang.
Bisa jadi sesuatu sebenarnya sudah ditemukan atau dibahas puluhan tahun lalu.
Tapi infrastrukturnya belum siap.
Produknya belum mudah digunakan.
Market-nya belum membutuhkan.
Atau mungkin orang belum punya alasan cukup kuat untuk mengadopsinya.
Baru setelah banyak hal bertemu, teknologi itu akhirnya terasa seperti sesuatu yang “baru”.
Padahal sebenarnya tidak sepenuhnya baru.
2. Inovasi punya waktu adopsi
Hal kedua yang saya pikir penting adalah adanya jarak antara inovasi diciptakan dengan inovasi menjadi sesuatu yang lumrah.
Kita tidak bisa selalu memaksa sesuatu yang baru langsung diterima banyak orang.
Karena namanya juga baru.
Orang perlu mengerti.
Perlu mencoba.
Perlu melihat bukti.
Perlu tahu manfaatnya.
Bahkan mungkin perlu melihat orang lain menggunakannya terlebih dahulu.
Jadi ada perjalanan dari sesuatu yang awalnya hanya dibicarakan, kemudian dicoba sebagian orang, lalu mulai banyak dipakai, sampai akhirnya menjadi sesuatu yang biasa.
Makanya menurut saya inovasi tidak selalu bisa dikejar dengan pendekatan instan.
Kita bisa membuat sesuatu yang sangat bagus hari ini.
Tapi belum tentu market langsung siap.
Bisa jadi yang perlu dilakukan justru terus menguji, memperbaiki, menunggu, dan mengumpulkan bukti sampai orang punya cukup alasan untuk mengadopsinya.
3. Jadi inovator memang mahal
Kalau kita ingin berada paling depan, berarti kita juga harus siap dengan konsekuensinya.
Kita harus mencari early adopter.
Mengedukasi.
Meyakinkan orang.
Mendengarkan feedback.
Menjelaskan kenapa sesuatu yang belum umum ini layak dicoba.
Dan tentu itu tidak selalu cepat.
Di sisi lain, kalau ingin mengambil shortcut, sebenarnya kita bisa masuk ketika teknologinya sudah lebih matang.
Ketika orang sudah tahu.
Market sudah terbentuk.
Edukasinya tidak terlalu berat.
Kita tinggal mencari bagaimana teknologi tersebut bisa dimanfaatkan dengan lebih baik.
Keduanya menurut saya sama-sama valid.
Mau menjadi orang yang mendorong inovasi sejak awal, silakan.
Tapi sadar bahwa jalannya mungkin lebih panjang.
Mau menunggu sampai sesuatu lebih terbukti lalu memanfaatkannya, juga tidak salah.
Yang penting tahu kita sedang memilih posisi yang mana.
Yang dasar tetap bertahan
Hari ini saya jadi merasa menarik bahwa banyak hal yang dulu pernah dipelajari ternyata masih relevan.
AI yang dulu terasa seperti materi kuliah, hari ini ada di mana-mana.
Cloud computing yang dulu seperti konsep teknologi, hari ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bisa jadi banyak hal yang sekarang terdengar terlalu awal, terlalu aneh, atau terlalu sulit digunakan suatu hari nanti akan menjadi sesuatu yang biasa.
Tapi bisa juga sebagian inovasi tidak pernah sampai ke sana.
Karena pada akhirnya tetap ada market.
Ada kebutuhan.
Ada waktu.
Ada proses adopsi.
Ada bukti yang harus dibangun.
Makanya saya semakin merasa bahwa mempelajari basic dan foundation tetap penting.
Trennya bisa berubah.
Produk bisa datang dan pergi.
Teknologinya bisa naik turun.
Tapi pemahaman dasarnya sering kali tetap hidup jauh lebih lama.
Inovasi bisa datang lebih cepat daripada kesiapan market, dan kadang tugas kita bukan memaksanya tumbuh, tapi memahami kapan waktunya memang sudah tiba.
Leave a Reply