Hari ini kami main game di kantor.
Bukan game online.
Tujuannya sederhana: bonding. Biar ada interaksi, ada sesuatu yang dilakukan bersama, dan ada ruang selain kerjaan.
Tapi seperti banyak hal lain, sesuatu yang kelihatannya cuma bermain-main sebenarnya tetap bisa punya pembelajaran.
Bahkan kadang dari situ justru kelihatan banyak hal yang tidak muncul saat orang hanya duduk di depan laptop dan mengerjakan tugas masing-masing.
Dari sesi hari ini, ada tiga hal yang saya pikir menarik.
1. Budaya tidak cuma dibicarakan
Hal pertama, menurut saya aktivitas seperti ini penting untuk menunjukkan budaya.
Bahwa kita tidak cuma datang untuk kerja.
Tidak cuma stres.
Tidak cuma pusing dengan target.
Kita juga punya kepentingan untuk membentuk lingkungan yang sehat.
Lingkungan yang saling support.
Lingkungan yang menyenangkan.
Lingkungan yang diisi orang-orang yang bukan cuma enak diajak kerja, tapi juga enak diajak bermain.
Menurut saya itu penting.
Karena budaya perusahaan tidak cukup cuma ditulis di slide, ditempel di tembok, atau disebut saat onboarding.
Budaya juga harus terasa.
Kalau kita bilang ingin punya lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, harus ada momen-momen yang memang membuat orang merasakannya.
2. Game tetap punya nilai
Yang kedua, setiap game yang dimainkan sebenarnya hampir selalu punya nilai.
Ada yang menguji pengetahuan.
Ada yang menguji komunikasi.
Ada kompetisi.
Ada tanggung jawab.
Ada pembagian peran.
Ada bagaimana seseorang menyampaikan gagasan.
Ada juga bagaimana orang bereaksi ketika menang, kalah, bingung, atau harus bekerja sama.
Sesederhana apa pun gamenya, selama melibatkan orang lain, di situ ada interaksi.
Dan dari interaksi itu kita bisa melihat banyak hal.
Kadang orang yang sehari-hari diam justru sangat aktif ketika bermain.
Kadang ada yang natural memimpin.
Ada yang cepat memahami aturan.
Ada yang bisa mencairkan suasana.
Ada juga yang ternyata sangat kompetitif.
Jadi bermain pun tetap bisa menjadi ruang untuk saling mengenal dengan cara yang berbeda.
3. Jangan tunggu semuanya ringan
Sekarang waktu menuju akhir tahun sudah makin tipis.
Target masih ada.
Pekerjaan masih banyak.
Ada hal sulit yang tetap harus diselesaikan.
Dan jelas tekanan akan tetap ada.
Tapi saya tidak ingin karena kondisinya berat lalu semua hal lain hilang.
Saya tetap ingin perusahaan ini punya value.
Saya ingin kita tetap menjadi orang-orang yang menyenangkan.
Oke, kita stres.
Oke, ada target.
Oke, banyak hal yang belum selesai.
Tapi tidak ada salahnya sambil menjalani itu semua kita tetap menjaga lingkungan yang sehat, suportif, dan juga kompetitif.
Karena hari-harinya memang sudah berat.
Tidak perlu kita tambah berat dengan membuat tempat kerjanya kehilangan semua kesenangan.
Jangan kalah sama keadaan
Saya masih punya cita-cita sederhana:
membangun tempat kerja yang dicintai banyak orang.
Tentu itu bukan cita-cita yang selalu gampang dilakukan.
Ada masa ketika bisnis sulit.
Ada target yang tidak tercapai.
Ada keputusan yang tidak menyenangkan.
Ada tekanan yang membuat kita gampang berubah.
Dan mungkin justru di situ ujiannya.
Apakah ketika situasinya berat, kita langsung membuang semua nilai yang sebelumnya kita percaya?
Apakah kita kemudian mencoba menjadi perusahaan lain karena merasa cara mereka terlihat lebih berhasil?
Atau kita tetap berusaha mempertahankan siapa kita sambil memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki?
Menurut saya jangan sampai kita kalah sama kondisi.
Jangan sampai tekanan membuat kita kehilangan jati diri sampai suatu hari kita sendiri tidak lagi mengenali tempat kerja yang sedang kita bangun.
Kalau kita percaya bahwa kerja bisa serius sekaligus menyenangkan, ya itu yang terus kita usahakan.
Sampai suatu hari mungkin kita benar-benar tidak sanggup lagi.
Tapi sebelum sampai sana, saya rasa masih layak diperjuangkan.
Karena tempat kerja yang baik bukan cuma tempat orang bisa bekerja dengan baik, tapi juga tempat mereka masih senang menjadi bagian di dalamnya.
Leave a Reply