Hari 182: Bukan Lambat, Hanya Berbeda Etape

Ada satu kegelisahan yang mungkin cukup sering dirasakan oleh founder atau CEO: kenapa tim terasa bergerak lebih lambat?

Kita merasa sudah melihat arahnya. Kita tahu apa yang harus dikejar, risiko apa yang akan datang, dan peluang apa yang harus segera diambil. Namun, ketika melihat tim, rasanya mereka belum bergerak dengan kecepatan yang sama.

Lalu muncul pertanyaan: kenapa mereka tidak bisa diajak bergerak bersama? Kenapa rasanya sulit sekali mengimbangi apa yang kita inginkan?

Mungkin masalahnya bukan semata-mata tentang cepat atau lambat. Bisa jadi, kita dan tim memang sedang melihat jarak yang berbeda.

1. CEO Melihat Masa Depan

Seorang founder atau CEO biasanya bekerja dengan visi.

Yang dilihat bukan hanya apa yang terjadi hari ini, tetapi apa yang mungkin terjadi beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Kita melihat peluang yang belum terlihat jelas, risiko yang belum terasa, dan tujuan yang masih jauh.

Karena itu, ada dorongan untuk bergerak lebih cepat. Kita merasa harus segera memulai karena tahu perjalanan menuju tujuan tersebut akan panjang.

Masalahnya, gambaran yang terlihat jelas di kepala kita belum tentu terlihat sama jelasnya bagi tim.

Kita mungkin sudah memikirkan sepuluh langkah ke depan, sementara mereka baru menerima penjelasan tentang langkah pertama.

Jadi, ketika tim terlihat lambat, bisa jadi bukan karena mereka tidak mau bergerak. Mereka hanya belum melihat apa yang sedang kita lihat.

2. Tim Melihat Hari Ini

Di sisi lain, tim lebih banyak berhadapan dengan apa yang ada di depan mata.

Ada pekerjaan harian, target mingguan, pesan yang harus dibalas, laporan yang harus diselesaikan, serta berbagai pekerjaan rutin yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan.

Mereka hidup di dalam realitas operasional.

Sementara CEO melihat masa depan, tim sering kali sedang sibuk memastikan hari ini tetap berjalan dengan baik.

Rutinitas dan pekerjaan BAU bisa membuat seseorang sulit mengangkat kepala untuk melihat lebih jauh. Bukan karena mereka tidak peduli pada visi, tetapi karena perhatian mereka habis untuk menyelesaikan hal-hal yang paling dekat.

Dari sinilah perbedaan kecepatan itu terasa.

CEO merasa tim terlalu fokus pada hari ini. Tim mungkin merasa CEO terlalu sering membicarakan sesuatu yang belum nyata.

Padahal, keduanya sama-sama dibutuhkan.

3. Tugas Kita Menerjemahkan Jarak

Tugas seorang pemimpin bukan hanya menunjukkan tujuan yang jauh, tetapi juga menerjemahkannya menjadi sesuatu yang relevan dengan pekerjaan hari ini.

Visi tidak cukup hanya diucapkan. Visi harus disambungkan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan tim.

Kenapa tugas ini penting? Apa kaitannya dengan tujuan besar perusahaan? Apa risikonya kalau tidak dilakukan? Dan apa yang bisa berubah kalau kita berhasil melakukannya?

Tim juga perlu diajak untuk tidak hanya melihat pekerjaan di depan mata. Mereka perlu memahami implikasi, risiko, dan kemungkinan yang belum terlihat.

Sebaliknya, CEO juga perlu memahami bahwa tidak semua orang bisa langsung bergerak hanya karena kita sudah melihat masa depannya.

Kita harus membuat masa depan itu terasa dekat, masuk akal, dan bisa dikerjakan mulai hari ini.

Kita Tidak Sedang Berlomba

CEO dan tim bukan sedang mengikuti lomba lari untuk menentukan siapa yang paling cepat.

Mungkin kita hanya sedang berada di etape yang berbeda.

CEO melihat garis akhir yang masih jauh. Tim sedang memastikan setiap langkah hari ini tidak membuat semuanya tersandung.

Tugas orang yang berada di depan bukan meninggalkan mereka yang ada di belakang. Tugasnya adalah menunjukkan jalan, menjelaskan arah, dan menarik semua orang agar bisa berjalan beriringan.

Jadi, sebelum menganggap tim lambat, mungkin kita perlu bertanya: apakah mereka sudah melihat apa yang kita lihat?

Karena kadang-kadang mereka bukan tidak mampu mengimbangi. Mereka hanya belum tahu ke mana kita sedang berlari.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *