Hari Senin ini saya cukup disibukkan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.
Saya perlu menemukan titik-titik tertentu yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Awalnya saya pikir ini akan cukup mudah, apalagi di zaman sekarang informasi tersedia di mana-mana. Tinggal cari, baca, bandingkan, lalu ambil keputusan.
Ternyata tidak sesederhana itu.
Masalahnya bukan selalu karena informasinya kurang. Justru kadang kebalikannya: informasinya terlalu banyak. Yang membuat sulit adalah bagaimana memilah, menyaring, dan memastikan informasi itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan kita.
Dari pengalaman hari ini, ada tiga hal yang saya pelajari.
1. Kriteria harus jelas dulu
Hal pertama yang harus dikunci ketika mencari informasi adalah kriteria.
Kalau kriterianya belum jelas, proses mencari akan mudah melebar ke mana-mana. Awalnya cari satu hal, lalu ketemu hal lain, lalu membuka kemungkinan baru, lalu makin banyak tab, makin banyak catatan, dan akhirnya makin bingung sendiri.
Ini sering terjadi saat kita masih di tahap eksplorasi.
Semakin banyak mencari, semakin banyak kemungkinan yang muncul. Itu bagus, tapi juga bisa membuat arah pencarian jadi kabur. Karena itu, kita perlu punya pegangan: sebenarnya informasi seperti apa yang sedang dicari?
Kriteria membantu kita tahu mana yang relevan dan mana yang hanya menarik. Karena sesuatu bisa menarik, tapi belum tentu sesuai kebutuhan.
2. Kriteria bisa muncul di tengah jalan
Hal kedua, kriteria tidak selalu lengkap sejak awal.
Kadang kita mulai hanya dengan dua atau tiga kriteria dasar. Tapi setelah dijalankan, setelah melihat pilihan di lapangan, setelah menemukan berbagai kemungkinan, baru muncul kriteria-kriteria baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Menurut saya, ini wajar.
Eksplorasi memang sering membantu kita mengenali medan. Dari situ kita mulai sadar, oh ternyata hal ini penting. Ternyata faktor itu perlu dipertimbangkan. Ternyata ada batasan yang harus masuk ke daftar eliminasi.
Jadi kriteria bukan hanya sesuatu yang dibuat sebelum mencari. Kadang ia juga lahir dari proses mencari itu sendiri.
Yang penting, setiap kali kriteria baru muncul, kita segera mencatatnya. Supaya proses pencarian berikutnya lebih tajam dan tidak mengulang kebingungan yang sama.
3. Sharing membuka kata kunci baru
Hal ketiga yang saya rasakan adalah pentingnya berbagi proses pencarian dengan orang lain.
Saat mencari sendiri, perspektif kita terbatas. Kita hanya memakai kata kunci yang kita tahu, pengalaman yang kita punya, dan asumsi yang ada di kepala kita. Akibatnya, pencarian bisa terasa mentok dan melelahkan.
Tapi ketika kita cerita ke orang lain, tiba-tiba bisa muncul kata kunci baru, referensi baru, pengalaman baru, atau cara melihat yang berbeda.
Orang lain mungkin pernah mencari hal serupa. Mungkin tahu istilah yang lebih tepat. Mungkin punya pengalaman yang membuat kriteria kita lebih realistis. Atau mungkin justru melihat bahwa kita terlalu sempit membaca pilihan.
Menurut saya, ini sangat membantu.
Karena mencari informasi bukan hanya soal kemampuan mengetik di internet. Kadang yang lebih penting adalah kemampuan merumuskan pertanyaan, menyusun kriteria, dan membuka diri pada pengetahuan orang lain.
Jangan tenggelam di lautan informasi
Hari ini saya jadi merasa bahwa di zaman informasi yang melimpah, tantangannya bukan hanya mendapatkan informasi.
Tantangannya adalah tidak tenggelam di dalamnya.
Internet membuat semuanya terasa dekat. Tapi kedekatan itu tidak otomatis membuat kita lebih mudah mengambil keputusan. Tanpa kriteria, kita bisa hanya berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa pernah sampai pada jawaban yang kita butuhkan.
Maka yang membantu bukan sekadar mencari lebih banyak.
Yang membantu adalah mencari dengan lebih jelas.
Punya kriteria. Melakukan eliminasi. Mencatat pembelajaran baru. Lalu membuka percakapan dengan orang lain supaya sudut pandang kita tidak terlalu sempit.
Karena informasi yang banyak tidak selalu membuat kita lebih paham. Kadang yang membuat kita paham adalah arah yang cukup jelas untuk memilah mana yang benar-benar penting.
Leave a Reply