10. Mengapa hubungan harus dimulai dari kepercayaan?

Ketika berhadapan dengan orang lain, kita dihadapkan dengan dua pilihan. Apakah kita memang percaya dia. Atau kita tidak percaya sama sekali. Dalam hal apapun. Baik kita keluar duit atau kita dapat duit. Bahkan besarnya duit kadang tidak berhubungan. Mari kita amati contoh-contoh kasus berikut.

Saat pertama kali saya pergi jauh, ke luar kota. Jujur. Saya takut untuk berkomunikasi apalagi bertransaksi. Kata orang di jalan banyak yang nipu. Di Ibukota banyak yang nipu. Maka saya pakai itu di kepala saya. Saya coba tidak berinteraksi. Saya takut dengan membuka diri justru saya kena apes ketipu orang baru kenal. Selama di jalan, kereta, stasiun saya diam. Namun ketika lapar dahaga nyatanya saya harus bertransaksi. Saya lihat toko yang familiar di tempat saya tinggal, saya lihat antrian di depan saya. Oke, ini bisa saya percaya.

Ternyata ketika posisi di balik sama aja kok. Ketika awal-awal ngambil job, bahkan dengan pekerjaan yang sepele dan uangnya ga seberapa. Kita juga muncul pikiran, ini uang bisa dipercaya ga. Sumbernya jelas ga. Nanti abis ini bakal ada yang ga bener ga. Karena itu, kita ingin bertransaksi dengan yang memang bisa kita percaya. Bukan cuma ngasih uang, eh, ternyata di belkang timbul masalah baru tak terduga.

Itu untuk hal sepele, sekejap, uang kecil. Bagaimana dengan karir, mitra, sampai pasangan hidup. Tentu saja kepercayaan jadi pondasi yang menopang segalanya. Ketika runtuh hubungannya bakal berantakan. Bertukar dengan rasa curiga, sering menuduh. Ujungnya mencari yang lebih bisa dipercaya walauun fana.

Bukankah kita tau, misal dalam bekerja. Antara pemberi pekerjaan dan pekerja. Harus dimulai apakah si pemberi kerja percaya dengan pekerja dan berlaku sebaliknya. Pemberi kerja akan melimpahkan tugas, wewenang, peran, uang bahkan ke pekerja. Kalau tak percaya ya sulit. Sebaliknya pekerja percaya bahwa atasannya akan membayar gaji, berperilaku apik dan membantu kesulitannya. Kalau tak percaya tentu akan ada aja kemalasan karena curiga tak digaji dan seterusnya.

Akhir kata, percaya orang lain tentu tak mudah. Tapi percayailah orang karena kita tak sendiri di muka bumi ini. Tapi tetap waspada.

Jabungan, 25 Januari
Tabik
Ben
10/350


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *