1. Mengapa Harus Menulis Blog Setiap Hari?

Bismillah.

Salam kenal, saya Ben Robani. Siapa saya, di post lain akan saya bahas lebih lengkap. Tapi mari kita mulai perjalanan ini dengan menjawab pertanyaan mengapa saya atau kita harus menulis blog setiap hari.

  1. Mewariskan pengetahuan dan pengalaman
    Kita belum tentu akan sukses sesuai ekspektasi kita, kita belum tentu menggapai impian dan mewujudkan cita-cita. Tapi yang tentu dan pasti adalah kita meninggalkan dunia ini dengan semua yang bersama dengan kita. Pilihan kita adalah mewariskan ke orang lain atau membiarkan ia sirna tak tersisa. Padahal tentu saja apa yang sudah kita ketahui, kita pelajari, kita alami dapat jadi jawaban atas orang lain yang baru menghadapi hal serupa. Maka wariskan, biarkan ia mengalir abadi untuk kita nanti.
  2. Mendokumentasikan kejadian
    Bahkan pada hari-hari yang terasa sama, bangun-kerja-tidur, selalu saja ada kasus kecil baru, masalah baru yang kita akan terus alami. Peristiwa ini sayang jika dilewatkan dan tidak diekstrak sampai ke akar-akarnya. Kita bisa peras kejadian itu jadi bahan renungan sebelum tidur, kisah untuk anak cucu, pelajaran untuk orang lain, bahkan sesimpel status untuk pengakuan orang lain. Tapi sebagaimana manusia, kadang seberat masalah yang kita hadapi saja, esoknya lupa. Maka dengan mendokumentasikan, kita bisa ingat momen tersebut.
  3. Sebagai bahan rujukan
    Dalam kehidupan saya yang sering mengambil keputusan dan dimintai pendapat, penting bagi saya memiliki basis data yang cukup dalam problematika yang dibawa di depan saya. Secara historik, dapat saya rujuk kembali apa yang telah saya tulis, bahkan bisa saya perbaiki jika ternyata di masa depan, saya mendapat cara pandang baru. Selain untuk diri sendiri, tentu, bisa saya lampirkan laman ini sebagai bahan baca ketika ada pertanyaan baru tapi serupa yang pernah saya jawab. Saya sodorkan, baca ini saja.
  4. Menciptakan otak kedua
    Pada dasarnya salah dan lupa memang melekat pada manusia. Percaya atau tidak saya merasa memiliki kekuatan mengingat yang sangat baik, kemampuan merespon, memetakan masalah, berfikir kritis. Tapi ternyata berjalan dengan waktu, semua berubah, terkadang yang kita ingat hanyalah yang terburuk dan yang terakhir terjadi. Dengan menyusun kata demi kata, kejadian demi kejadian, saya juga tengah menyusun otak kedua, yang dapat dipakai lagi untuk berfikir, menganalisa sampai memutukan sesuatu.
  5. Menunjukkan progres
    Saya menulis dan dibaca orang tidak ingat itu dimulai. Ingatan saya tidak menemukan ruangnya, tapi saya yakin cara tulis dan hasilnya tentu saja masih kurang berkualitas. Dengan mulai menulis, merutinkan, saya berfikir hasilnya akan meningkat. Kita bisa bandingkan tulisan hari ini dengan sepuluh episode atau setahun lagi. Pilihan kosakata, perulangan istilah, harusnya jadi semakin lebih baik, karena dilakukan dengan konsisten. Hal ini serupa dengan kemampuan saya mengetik tanpa melihat keyboard, dari yang cuma pake dua jari telunjuk, sekarang fokus ke layar, sayang saya tidak tau dimana progres itu berubah.
  6. Menulis apa yang ingin saya baca
    Terakhir yang bisa saya ungkap saat ini, saya secara natural adalah orang yang suka membaca. Waktu saya tiba-tiba habis saja dengan membaca berita bola, berita politik, sampai jawaban-jawaban menarik warga sosial media. Tapi ketika mencari sesuatu yang sifatnya informasi, panduan, langkah-langkah, sering saya tidak menemukan tulisan yang sesuai. Entah karena hasil saduran dari pemagang, entah itu hanya nyomot, atau bahasa si expert yang terlalu dakik. Saya ingin menulis untuk diri saya. Ketika itu berhasil, orang seperti saya akan menemukan tulisan ini, merasa terbantu, jadilah dia pewaris pengetahuan saya.

Terima kasih sudah membaca, mewarisi dan datanglah lagi, setiap hari sampai akhir tahun akan ada memori yang coba digandakan.

Jabungan, 16 Januari 2024
Tabik,
Ben Robani
1/350


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *