Ben Robani Blog

Hari 96: Bahagia Saat Orang Bertumbuh

Akhirnya hari ini saya kembali berdiskusi tentang mengelola manusia.

Kalau dipikir-pikir, dari seluruh jenis kerja, desain pekerjaan, dan ritme yang saya jalani sampai hari ini, ada satu hal yang paling saya sukai: melihat manusia bertumbuh. Membantu orang berkembang. Membantu orang sadar sebenarnya dia punya kekuatan apa. Membantu orang mencapai sesuatu yang sebelumnya bahkan belum pernah dia bayangkan.

Buat saya, itu menyenangkan.

Dan definisi menyenangkan versi saya sederhana: sesuatu yang membuat saya happy saat menjalankannya, dan ingin saya lakukan terus-menerus. Bukan sesuatu yang hanya terlihat keren dari luar, tapi sesuatu yang ketika dijalani justru bikin saya hidup.

Tentu ini bukan hal yang mudah. Mengelola manusia tidak pernah berdiri sendiri. Ada banyak faktor, banyak dinamika, banyak emosi, banyak ketidakpastian. Tapi justru di situlah letak menariknya.

Ada tiga sudut pandang yang paling terasa buat saya.

1. Menyadarkan orang pada bakatnya

Salah satu hal yang paling menyenangkan adalah ketika kita bisa membantu seseorang sadar pada bakat atau kemampuan yang sebenarnya sudah ada di dirinya, bahkan saat dia sendiri belum percaya.

Itu bukan skill yang mudah. Bukan proses yang cepat. Bukan juga sesuatu yang selalu bisa dijelaskan dengan rumus sederhana. Karena manusia itu kompleks. Kadang kemampuan seseorang tertutup oleh takut, minder, pengalaman buruk, atau sekadar belum pernah diberi ruang yang tepat.

Tapi ketika akhirnya orang itu mulai melihat dirinya dengan versi yang lebih baik, itu rasanya sangat membahagiakan.

Karena begitu seseorang benar-benar sadar pada kekuatannya, biasanya dia tidak akan kembali ke titik awal yang sama. Dia sudah melihat sesuatu dalam dirinya yang sebelumnya tidak terlihat. Dan dari situ, jalannya bisa berubah jauh.

Melihat momen seperti itu, buat saya, sangat menyenangkan.

2. Membuktikan keyakinan kita

Hal kedua yang juga menyenangkan adalah ketika kita melihat sesuatu yang baik pada seseorang, lalu ternyata itu benar.

Kadang orang yang kita hadapi sedang tidak percaya diri. Dia merasa kurang, merasa takut, merasa tidak cukup baik, atau bahkan merasa dirinya tidak punya sesuatu yang istimewa. Tapi kita justru melihat ada sesuatu di sana. Ada potensi. Ada bahan yang bisa dibentuk. Ada kualitas yang mungkin belum dia sadari.

Lalu kita mencoba menunjukkan itu.

Kita arahkan, kita ingatkan, kita dorong, kita buktikan bahwa opini kita tentang dia ternyata tidak salah. Bahwa keyakinan kita saat memilih, merekrut, atau mempercayai orang ini memang punya dasar.

Buat saya, itu juga menyenangkan. Bukan karena ingin merasa paling benar, tapi karena rasanya indah ketika keyakinan yang kita taruh pada seseorang ternyata membantu dia menemukan versinya yang lebih baik.

3. Menikmati prosesnya, bukan cuma hasilnya

Yang ketiga, saya merasa kebahagiaan dalam mengelola manusia tidak boleh hanya ditaruh pada hasil akhirnya.

Karena realitanya, hasil itu tidak selalu bisa kita kontrol. Ada orang yang berkembang. Ada orang yang tidak berkembang. Ada yang merespons positif. Ada juga yang setelah dibantu justru tidak memberi respons yang kita harapkan. Bahkan bisa saja ada yang akhirnya berbalik melawan.

Tapi jujur, saya tidak pernah merasa harus menggantungkan rasa senang saya sepenuhnya pada ujung seperti itu. Karena faktor hasil terlalu banyak.

Buat saya, yang menyenangkan justru prosesnya.

Proses ketika kita membantu orang melihat sesuatu yang tidak dia sadari. Proses ketika kita mengingatkan dia pada kekuatannya. Proses ketika kita membantu dia membaca dirinya lebih jernih. Di situ ada semacam magic yang sulit dijelaskan.

Karena kadang seseorang tidak butuh diselamatkan. Dia hanya butuh dibantu melihat apa yang selama ini ada, tapi tertutup.

Kalau rasa senang kita hanya bergantung pada hasil akhir, kita akan cepat frustrasi. Tapi kalau kita bisa menikmati proses membantu orang bertumbuh, kita akan jauh lebih sabar dan konsisten.

Pekerjaan yang bikin ingin kembali

Saya jadi merasa beruntung punya kesenangan seperti ini.

Karena ketika ditanya, “apa definisi menyenangkan dalam menjalankan sesuatu?”, jawaban saya adalah: sesuatu yang ingin saya kerjakan terus-menerus.

Dan untungnya, unsur itu ada di pekerjaan saya.

Buat saya, itu penting. Karena kalau dalam pekerjaan ada unsur kesenangan yang sehat, kita tidak mudah stres hanya karena realita tidak selalu ideal. Kita justru lebih siap menghadapi kenyataan, mencari solusi, dan tetap menikmati proses menjalaninya.

Jadi mungkin salah satu jawaban paling jujur tentang apa yang saya sukai adalah ini: saya bahagia saat melihat orang bertumbuh.

Exit mobile version