Ben Robani Blog

Hari 58: Merantau, PP, atau WFH

Hari ke-58. Hari ini saya kepikiran soal hubungan kerja dan keluarga.

Saya lihat ada tiga “jenis” cara orang bekerja—dan masing-masing punya jarak yang beda ke keluarganya. Nggak ada yang paling benar. Tapi ada konsekuensi yang perlu kita sadari dan hargai.


1) Yang merantau: memang memilih jauh

Jenis pertama adalah orang yang bekerja dengan niat merantau.

Mereka memang memilih jauh dari keluarga. Alasannya macam-macam:

Ini pilihan yang berat, karena jarak itu punya ongkos: rindu, kangen, rasa bersalah, dan kadang jadi “orang jauh” di keluarga sendiri.

Tapi di sisi lain, banyak yang merantau karena itu cara paling realistis buat naik kelas. Jadi kita nggak bisa cuma menilai “kok jauh sih”, tanpa tahu konteksnya.


2) Yang PP: masih satu kota, tapi tetap ada jarak

Jenis kedua bukan merantau, masih satu kota dengan keluarga. Tapi PP.

Berangkat jam 7, masuk jam 8. Pulang jam 6 (kalau lancar). Ini pola kerja kantoran pada umumnya.

Harapannya tetap bisa bareng keluarga, tapi ada tanggung jawab yang harus dikerjakan.

Dan di sini ada kenyataan yang sering kejadian:
berangkat anak belum bangun, pulang anak sudah tidur.

Apalagi kalau di kota besar, macet dan waktu habis di jalan. Secara alamat masih satu kota, tapi secara waktu—tetap terasa jauh.


3) Yang WFH: dekat setiap hari, tapi perlu batasan

Jenis ketiga adalah yang dapat kesempatan kerja dari rumah: entah freelance, atau kantor yang memang mengizinkan WFH.

Buat saya ini salah satu opportunity.

Iya, ada distraksi dari keluarga. Itu nyata.
Tapi ada sisi lain yang besar: kita jadi lebih “hadir”.

Kita nggak jadi orang yang harus ditunggu:

Kalau ada kebutuhan keluarga, kita bisa lebih cepat respons. Kalau ada keadaan darurat, kita nggak harus jadi orang terakhir yang baru tahu setelah semuanya selesai.

Tentu tetap butuh batasan supaya kerja nggak kacau. Tapi untuk hubungan dengan keluarga, banyak orang merasa ini memberi ruang yang lebih manusiawi.


Penutup

So, soal kerja dan keluarga, saya pikir apa pun pilihan kita:
merantau, PP, atau WFH—kita hargai pilihan masing-masing.

Semoga kalau pilihan kita belum tersebaik itu, kita pelan-pelan diberi jalan ke versi yang lebih baik. Dan kalau pilihan kita sudah baik, semoga kita bisa mensyukurinya.

Sampai jumpa besok.

Exit mobile version