Ben Robani Blog

Hari 54: PAPASAN

So hari ke-54, hari Senin.

Tadi kami melakukan LHDAY—satu hari di mana kita memperkuat lagi budaya perusahaan. Dan dari situ saya kepikiran satu challenge: kalau orang bilang kerja offline itu enaknya karena sering “ketemu langsung”, gimana cara bawa rasa itu ke online?

Akhirnya muncul ide yang namanya: PAPASAN.

Konsepnya sederhana: momen kecil ketika orang ketemu orang di jalan, pantry, mushola, parkiran. Ketemu sebentar tapi cukup untuk:

Nah itu yang saya coba “duplikat” di online.

Ada tiga catatan dari eksperimen LHDAY PAPASAN ini.


1) PAPASAN itu cara memindahkan “nikmatnya ketemu” ke ruang virtual

Saya dengar dari teman-teman yang kerja offline: salah satu hal yang kerasa banget manfaatnya adalah momen ketemu langsung. Ketemu sebentar, tapi bisa ngomong hal yang segera—tanpa harus bikin meeting resmi.

Di online, hal itu jarang terjadi. Karena ya orang bisa seharian kerja tanpa “papasan”.

Jadi saya coba bikin formatnya: teman-teman dikasih kesempatan masuk breakout room antar tim untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan “kalau ketemu”.

Dan saya sendiri juga ngerasain: ternyata rasa “ketemu sebentar” itu bisa dibawa ke online, bukan lewat tempatnya, tapi lewat experience-nya.


2) Isinya bukan ngobrol panjang, tapi saling nagih, saling ingetin, saling klarifikasi

Yang kedua: yang menarik dari PAPASAN itu bukan diskusi panjang.

Justru karena waktunya limited, isinya jadi padat:

Ini membuat hal-hal yang sudah lama kebahas—yang seminggu lalu, sebulan lalu—tiba-tiba keangkat lagi. Karena ada momen “ketemu”.

Kalau nggak disetting kayak gini, biasanya tiap orang balik ke rutinitas divisinya. Kita kerja, kerja, kerja. Tapi jarang ketemu orang lain kalau nggak ada agenda.

Di offline, ketemu orang lain itu terjadi karena ruang: parkiran, tempat makan, mushola, pantry.
Di online, ruang itu nggak ada. Jadi kalau mau “papasan”, ya harus dibuatkan momen.


3) Feedback-nya menarik: ada yang merasa biasa, tapi mayoritas merasa “keinget lagi”

Yang ketiga, saya buka form evaluasi dan jawabannya beragam.

Ada yang merasa: sesi ini kurang berpengaruh, karena mereka sudah terbiasa koordinasi cepat lewat chat/meeting. Kalau butuh, tinggal ping. Jadi mereka nggak butuh format tambahan.

Tapi mayoritas bilang: PAPASAN bikin mereka teringat sesuatu. Karena ketemu.

“Oh iya, kita pernah bahas itu.”
“Oh iya, itu terakhir sampai mana ya?”
“Oh iya, ini bisa ditagih sekarang.”

Ada juga yang bilang: ini harus dikonsep matang. Tapi justru saya mikir, kalau terlalu matang, itu bukan papasan lagi. Itu meeting.

PAPASAN itu niatnya bukan bikin agenda baru. Tapi bikin momen kecil yang biasanya hilang di kerja online.


Penutup

Jadi hari ini saya dapat satu hal: ruang offline itu bisa “diduplicate” di online, bukan dengan memaksa orang datang ke kantor virtual seharian, tapi dengan menciptakan experience yang mirip.

Bukan soal tempatnya. Tapi soal momen ketemunya.

So itu catatan saya tentang LHDAY PAPASAN.
Sampai jumpa besok.

Exit mobile version