Pertanyaan yang cukup sering saya jumpai ketika bertemu karyawan adalah:
“Mas, kayaknya kerjaan saya kok nggak kelihatan impact-nya ya?”
“Atau sebenarnya apa yang saya lakukan tiap hari itu ada gunanya di sini?”
Menurut saya, ini pertanyaan yang menarik.
Karena pertanyaan ini biasanya datang dari kesadaran bahwa bekerja bukan hanya tentang apa yang kita terima. Bukan cuma soal gaji, benefit, jam kerja, atau rutinitas harian.
Tapi juga tentang apakah yang kita lakukan punya makna.
Apakah pekerjaan kita ada artinya?
Apakah kita benar-benar memberi dampak?
Apakah keberadaan kita penting di organisasi ini?
Dan menurut saya, orang yang bertanya seperti ini perlu diapresiasi dulu. Karena tidak semua orang sampai pada pertanyaan itu.
1. Peduli Impact Itu Bagus
Hal pertama yang saya sampaikan biasanya adalah apresiasi.
Karena ketika seseorang bertanya apakah pekerjaannya berdampak, artinya ia tidak hanya melihat kerja sebagai transaksi.
Ia tidak hanya berpikir, “Saya masuk Senin, kerja sampai Jumat, lalu pulang.”
Ada kesadaran yang lebih dalam: apa yang saya lakukan ini sebenarnya berguna tidak?
Dampaknya apa untuk perusahaan?
Dampaknya apa untuk tim?
Dampaknya apa untuk bisnis?
Bahkan mungkin dampaknya apa untuk sosial, lingkungan, atau orang lain yang lebih luas?
Menurut saya, ini tanda yang baik.
Karena banyak orang bekerja hanya menjalankan daftar tugas. Selesai ya selesai. Tidak terlalu peduli apakah pekerjaannya menggerakkan sesuatu atau tidak.
Jadi sebelum terlalu cepat merasa tidak berguna, kita perlu melihat bahwa pertanyaan tentang impact itu sendiri sudah menunjukkan rasa memiliki.
Orang yang tidak peduli biasanya tidak bertanya apakah dirinya berdampak.
Ia hanya bekerja secukupnya, lalu selesai.
2. Lihat Saat Kita Tidak Ada
Hal kedua, saya biasanya mengajak melihat indikator yang paling sederhana.
Kalau ingin tahu apakah pekerjaan kita berdampak, coba lihat apa yang terjadi ketika kita tidak hadir.
Misalnya kita izin, cuti, sakit, atau tidak bisa bekerja dalam waktu agak lama.
Apakah kita dicari?
Apakah ada pekerjaan yang tertahan?
Apakah ada orang yang menunggu jawaban?
Apakah saat kita kembali, ada banyak hal yang perlu dibereskan?
Apakah ada chat yang menumpuk?
Apakah ada orang yang bilang, “Kemarin nyariin kamu karena ini belum jalan”?
Kalau iya, itu tanda sederhana bahwa pekerjaan kita dibutuhkan.
Mungkin impact-nya tidak selalu muncul dalam angka besar. Mungkin tidak langsung terlihat di revenue. Mungkin tidak langsung disebut dalam presentasi manajemen.
Tapi kalau ketidakhadiran kita membuat alur kerja terganggu, berarti keberadaan kita punya fungsi.
Tentu ada catatan.
Bisa saja tidak ada yang mencari kita bukan karena kita tidak penting, tapi karena sistem backup berjalan baik. Itu justru bagus secara organisasi.
Tapi secara sederhana, ketika sebuah pekerjaan punya tumpuan, dan kita menjadi salah satu orang yang membuat tumpuan itu tetap berjalan, itu sudah menunjukkan bahwa peran kita berarti.
Kadang kita tidak sadar impact karena setiap hari pekerjaan itu terasa biasa.
Padahal justru karena kita kerjakan setiap hari, orang lain bisa bekerja tanpa terganggu.
3. Hubungkan ke Tujuan Besar
Hal ketiga, kita perlu melihat apa yang ingin dicapai perusahaan, lalu mencari peran kita di dalamnya.
Perusahaan ingin mencapai apa?
Target besarnya apa?
Tim kita membantu bagian mana?
Dan pekerjaan saya berkontribusi di titik mana?
Kadang orang merasa tidak punya impact karena membandingkan dirinya dengan peran lain yang lebih terlihat langsung.
Misalnya tim sales bisa langsung terlihat membawa revenue. Tim campaign bisa terlihat dari donasi. Tim operasional bisa terlihat dari penanaman. Tim marketing bisa terlihat dari konten dan leads.
Sementara peran support sering terasa lebih tidak kelihatan.
Padahal belum tentu tidak berdampak.
Bisa jadi orang lain tidak bisa mencapai targetnya tanpa support kita.
Mereka tidak bisa bekerja cepat kalau kita tidak menyiapkan data.
Mereka tidak bisa eksekusi rapi kalau kita tidak mengurus dokumen.
Mereka tidak bisa membuat keputusan kalau kita tidak menyediakan laporan.
Mereka tidak bisa menjaga klien kalau kita tidak menyelesaikan administrasi.
Mereka tidak bisa tampil baik di luar kalau sistem di dalam tidak kita bantu jaga.
Impact tidak selalu berarti kita berdiri paling depan.
Kadang impact berarti kita membuat orang lain bisa berjalan lebih jauh.
Di sinilah pentingnya memahami siapa yang kita support dan apa yang akan terhambat kalau support itu tidak kita berikan dengan baik.
Temukan Peran, Temukan Dampak
Menurut saya, kalau kita sadar peran kita apa, dampak pekerjaan akan lebih mudah ditemukan.
Kadang kita merasa tidak signifikan karena terlalu sibuk melihat peran orang lain.
Atau karena pekerjaan kita terlalu rutin, sehingga terasa seperti hal kecil yang tidak ada artinya.
Padahal perusahaan merekrut kita bukan tanpa alasan.
Kalau perusahaan berani membayar, membuat kontrak, memberi tanggung jawab, dan menaruh pekerjaan di tangan kita, berarti ada peran kosong yang perlu diisi.
Bukan tiba-tiba kita diminta mengerjakan hal yang tidak penting.
Maka kalau suatu hari kita merasa pekerjaan kita tidak berdampak, coba lihat lagi.
Apa target kita?
Target itu membantu target perusahaan yang mana?
Siapa yang terbantu oleh pekerjaan kita?
Apa yang terhambat kalau kita tidak menjalankan peran itu?
Dari sana, biasanya impact mulai terlihat.
Tidak semua impact harus besar dan dramatis.
Ada impact yang bentuknya menjaga alur tetap berjalan.
Ada impact yang bentuknya membuat orang lain bisa bekerja.
Ada impact yang bentuknya mencegah masalah muncul.
Ada impact yang bentuknya membuat perusahaan tetap rapi dari dalam.
Dan itu tetap penting.
Karena organisasi tidak hanya digerakkan oleh orang yang terlihat di depan.
Organisasi juga hidup karena orang-orang yang menjaga bagian belakang tetap bekerja.