Ben Robani Blog

Hari 128: Sabar Itu Strategi

Saya mendapat pertanyaan dalam salah satu wawancara.

Pertanyaannya kurang lebih begini: ketika saya ingin mencapai sesuatu, hal atau cara apa yang selama ini terbukti efektif dan berhasil?

Ini pertanyaan yang sulit.

Karena jawabannya bisa berubah tergantung situasi, kondisi, waktu, tujuan, dan masalah yang sedang dihadapi. Cara yang berhasil untuk satu hal, belum tentu berhasil untuk hal lain.

Tapi saat itu saya menjawab satu hal yang saya yakini paling sering membawa hasil, apa pun bentuk dan waktunya: kesabaran.

Mungkin terdengar sederhana. Bahkan terlalu klise.

Tapi makin lama saya merasa, banyak hal besar dalam hidup tidak gagal karena orangnya tidak mampu. Kadang gagal karena orangnya tidak cukup sabar untuk melewati prosesnya.

1. Semua Butuh Waktu

Hal pertama yang perlu kita sadari adalah hampir semua hal penting dalam hidup butuh waktu.

Mau sekolah, kuliah, bekerja, membangun karier, membangun perusahaan, membangun kemampuan, membangun hubungan, semuanya butuh proses.

Tidak ada yang benar-benar instan.

Kalau kita tidak punya kesabaran, mungkin di hari pertama kita sudah kecewa. Minggu pertama mulai ragu. Bulan pertama mulai ingin cabut. Begitu bertemu masalah, kita langsung merasa ini bukan jalan yang tepat.

Padahal bisa jadi bukan jalannya yang salah.

Kita saja yang belum cukup lama berjalan.

Kesabaran membantu kita bertahan melewati waktu yang memang harus dilalui. Karena keberhasilan tidak hanya butuh kemampuan, tapi juga butuh durasi.

Kadang yang membuat orang sampai bukan karena dia paling cepat. Tapi karena dia cukup sabar untuk terus melangkah ketika yang lain sudah berhenti duluan.

2. Generasi Instan Perlu Sabar

Hal kedua, kesabaran ini menurut saya makin penting untuk dibicarakan di generasi yang hidupnya sangat dimudahkan oleh teknologi.

Sekarang banyak hal bisa datang cepat.

Mau makan, tinggal pesan. Mau barang, tinggal klik. Mau hiburan, tinggal scroll. Mau jawaban, tinggal cari. Banyak hal bisa hadir dalam hitungan menit, bahkan detik.

Kemudahan ini tentu bagus.

Tapi di sisi lain, kita bisa lupa bahwa tidak semua hal bekerja dengan kecepatan teknologi.

Karier tidak bisa di-same day delivery. Kemampuan tidak bisa di-download. Kedewasaan tidak bisa di-instant checkout. Keberhasilan juga tidak bisa ditambahkan ke keranjang lalu dibayar pakai voucher.

Ada hal-hal yang tetap harus diperjuangkan pelan-pelan.

Maka ketika cita-cita atau keinginan tidak langsung tercapai, kita perlu belajar bahwa itu bukan selalu tanda gagal. Bisa jadi memang waktunya belum sampai. Bisa jadi prosesnya masih berjalan. Bisa jadi kita masih diminta untuk sabar sedikit lagi.

Teknologi boleh membuat banyak hal lebih cepat, tapi hidup tetap punya bagian-bagian yang harus ditempuh dengan pelan.

3. Sabar Bisa Dilatih

Hal ketiga, belajar sabar bukan berarti kita harus meninggalkan teknologi atau hidup seperti zaman dulu.

Tidak perlu sejauh itu.

Karena sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kita masih terus diajarkan kesabaran.

Kita masih harus antre. Mungkin beberapa hal bisa dipesan online, tapi banyak hal lain tetap meminta kita menunggu giliran.

Kita masih kena macet. Mau secanggih apa pun aplikasi peta, kalau jalan penuh ya tetap saja harus ikut pelan-pelan.

Kita masih menunggu orang lain membalas pesan. Menunggu proses selesai. Menunggu keputusan. Menunggu hasil dari sesuatu yang sudah kita usahakan.

Jadi latihan sabar sebenarnya ada di depan mata setiap hari.

Pertanyaannya, apakah kita mau melihat momen-momen kecil itu sebagai latihan, atau hanya sebagai gangguan?

Karena kalau untuk hal kecil saja kita tidak mau sabar, bagaimana kita bisa sabar untuk hal besar yang prosesnya jauh lebih panjang?

Kesabaran bukan bakat. Kesabaran bisa dilatih. Dari antre. Dari macet. Dari menunggu. Dari tidak langsung mendapatkan apa yang kita mau.

Pelajaran Hari Ini

Saya rasa kesabaran memang seurgent dan sepenting itu.

Bukan karena sabar membuat semua hal otomatis berhasil. Tapi karena tanpa sabar, banyak hal bahkan tidak sempat mencapai titik berhasilnya.

Kita mungkin punya kemampuan. Punya ide. Punya mimpi. Punya rencana. Tapi kalau setiap kali prosesnya panjang kita langsung menyerah, semua itu tidak akan cukup.

Kesabaran membuat kita bertahan.

Kesabaran membuat kita tetap berjalan.

Kesabaran membuat kita tidak mudah kabur hanya karena hari ini belum terlihat hasilnya.

Jadi kalau ditanya apa kunci yang menurut saya paling terbukti membantu mencapai sesuatu, jawaban saya tetap sama: sabar.

Bukan sabar yang pasif dan hanya menunggu keajaiban.

Tapi sabar yang tetap bergerak, tetap belajar, tetap mencoba, dan tetap percaya bahwa hal besar memang jarang tumbuh dalam semalam.

Exit mobile version