Hari Minggu ini saya masih melanjutkan misi satu minggu satu buku. Walaupun ritmenya agak tertatih, akhirnya buku ke-15 bisa selesai juga.
Buku yang saya baca minggu ini adalah Top Words karya Billy Boen. Buku ini saya temukan setelah kemarin sempat main ke tempat yang punya banyak buku, tapi sayangnya banyak yang seperti tidak terbaca. Akhirnya saya pinjam dua buku, dan salah satu yang saya selesaikan adalah buku ini.
Top Words adalah lanjutan dari semangat Young on Top. Isinya menarik karena berangkat dari program radio Billy Boen, yang waktu itu mengundang banyak tamu. Kutipan, cerita, dan pembelajaran dari para tamu itu kemudian dikumpulkan jadi buku.
Buat saya, buku ini menarik karena bukan sekadar berisi teori sukses. Banyak bagian justru terasa seperti pembuktian dari konsep yang sebelumnya pernah dibahas Billy Boen di Young on Top: 35 Kunci Sukses di Usia Muda.
Ada tiga hal yang paling membekas buat saya.
1. Teori perlu dipraktikkan
Salah satu hal yang paling saya ingat dari Young on Top adalah pentingnya berteman dan membangun relasi dengan orang-orang yang punya energi positif.
Di Top Words, hal itu terasa benar-benar dipraktikkan. Billy Boen bukan cuma menulis bahwa berteman itu penting. Ia menunjukkan bahwa jaringan pertemanan dan relasi yang ia bangun bisa menjadi sesuatu yang nyata: bisa menghadirkan tamu, bisa menjadi percakapan, bisa menjadi program, bahkan bisa menjadi buku.
Menurut saya, ini menarik.
Karena kadang orang menulis teori, tapi hidupnya tidak menunjukkan teori itu. Di buku ini, setidaknya saya melihat ada kesinambungan antara apa yang pernah ia sampaikan dan apa yang kemudian ia lakukan.
Berteman bukan hanya konsep. Kalau dijalani dengan benar, ia bisa membuka pintu, memperluas sudut pandang, dan menciptakan karya baru.
2. Orang sukses punya banyak angle
Hal kedua yang menarik adalah bahwa orang sukses tidak bisa dibaca dari satu sisi saja.
Dalam buku ini, setiap tamu seperti membawa satu angle. Ada yang bicara soal disiplin diri. Ada yang punya cerita hidup susah. Ada yang kuat di visi. Ada yang sukses karena jalur keluarga. Ada yang menarik dari cara mengelola tim. Ada yang kuat karena keberanian mengambil keputusan.
Dari situ saya jadi merasa bahwa sukses jarang sekali datang dari satu resep tunggal.
Biasanya ia adalah kombinasi dari banyak hal. Latar belakang, karakter, jaringan, momentum, kerja keras, keberuntungan, pilihan, dan cara seseorang merespons keadaan.
Tapi karena buku harus menyederhanakan cerita, akhirnya satu orang sering diangkat dengan satu tema utama. Menurut saya itu membantu pembaca, tapi kita tetap perlu sadar bahwa hidup asli seseorang pasti lebih kompleks dari satu bab atau satu kutipan.
Jadi ketika membaca kisah orang sukses, jangan hanya mengambil kesimpulan terlalu cepat. Lihat angle-nya, tapi jangan lupa bahwa ada lapisan lain yang mungkin tidak semuanya tertulis.
3. Cerita membuat teori lebih hidup
Hal ketiga yang saya suka adalah bagaimana buku ini membuat teori terasa lebih nyata.
Kalau di buku sebelumnya Billy Boen banyak menyampaikan konsep dari sudut pandangnya sendiri, di buku ini konsep itu terasa diperkuat oleh cerita orang lain. Ada contoh, ada praktik, ada pengalaman, ada kutipan yang membuat idenya lebih mudah dibayangkan.
Menurut saya, ini membuat buku ini terasa seperti pasangan dari buku sebelumnya.
Karena teori tanpa cerita kadang terasa kering. Tapi cerita tanpa benang merah juga bisa terasa hanya kumpulan pengalaman yang tercerai-berai. Buku ini mencoba menghubungkan keduanya: ada konsep besar, lalu ada kisah nyata yang membantu pembaca melihat bentuk konkretnya.
Dan buat saya, itu penting dalam proses belajar.
Kadang kita tidak cukup hanya diberi prinsip. Kita juga perlu melihat bagaimana prinsip itu muncul dalam kehidupan orang lain.
Buku lama yang masih relevan
Buku ini memang buku lama. Wawancara dan konteksnya juga sudah cukup jauh dari hari ini. Tapi menurut saya, beberapa prinsipnya masih tetap bisa dipakai.
Karena pembahasan tentang relasi, disiplin, visi, kerja keras, cara berpikir, dan proses membangun diri tidak cepat basi. Bentuk zamannya mungkin berubah, tapi nilai dasarnya masih bisa relevan.
Buat saya, Top Words adalah buku yang ringan, mudah dibaca, dan menarik untuk dilihat lagi ketika kita ingin memahami bagaimana orang-orang sukses memaknai perjalanan mereka.
Bukan untuk ditelan mentah-mentah.
Tapi untuk diambil angle-nya, dicari benang merahnya, lalu dipikirkan: bagian mana yang bisa kita praktikkan dalam hidup kita sendiri?
Leave a Reply