Ben Robani Blog

7. Bagaimana kita bisa menulis apa yang kita bicarakan?

Cara saya menulis seperti yang sedang dibaca saat ini adalah saya sambil mengeja. Saya berbicara pelan lalu perlahan kata demi kata saya ketik. Kadang saya kembali menekan backspace ketika saya temui pilihan kata saya berulang dari kalimat sebelumnya. Atau yang paling sering saya typo karena merasa bisa mengetik tanpa melihat keyboard lagi.

Ya, itu cara yang memang alami saya lakukan untuk mengeksekusi project tulisan ini. Kalau judul dan apa yang dibahas, mengalir saja. Bukan dikonsep dalam waktu yang panjang. Saat membuka editor, pilih judul saat itu juga, lalu cari jawaban yang benar relevan. Sebenarnya ada ide untuk mengumpulkan apa saja yang

Lanjut. Apa enaknya kalau kita menulis apa yang kita omongkan. Bagi saya karena saya sangat suka berbicara, mudah untuk menulis apa yang memang saya ungkapkan. Lagipula ini seperti merekam saya ngomong namun dalam bentuk text. Sulitnya adalah ketika buntu, ketika ngomong dan ada yang menanggapi ternyata ide selalu mengalir. Sedangkan ketika menulis ini kan dilakukan sendiri tanpa ada feedback. Jadi berasa buntu kadang di ujung alinea.

Cara saya adalah memikirkan lanjutan omongannya apa ya, saya bayangkan ada yang follow up dengan pertanyaan. Oke, format bahan bicara yang ditulis, harapannya adalah si pembaca dapat merasakan seolah memang sedang ngobrol dengan saya. Jadi bukan lagi kuliah, bukan lagi ngadepin mesin, tapi sedang bertukar pikir dengan manusia. Makanya mungkin terkadang tidak baku, koma dimana-mana, yang berarti ketika saya menulis, saya menahan apa yang saya bicarakan, ngambil napas, makanya dikomai.

Itu kenapa, satu kalimat akan tidak lebih panjang daripada saya ngomong dengan jeda. Karena saya sesuaikan dengan cara saya ngomong, saya pakai titik koma juga saat verbal. Bukan saya dorong bertubi-tubi tanpa rem tanpa menyimak reaksi pendengar.

Demikianlah salah satu metode dalam penulisan yang sedang dibaca ini, bersyukur, tak seperti mulut, keyboard memiliki tombol backspace, delete, CTRL Z. Sedang mulut kita hanya mengenal MAAF.

Jabungan, 22 Januari
Tabik,
Ben
7/350

Exit mobile version