Ketika menjadi keyakinan dan alasan untuk melakukan penulisan setiap hari, masalah selanjutnya apakah kita bisa memenuhi ambisi sebesar itu. Adakah cara yang dapat dimanfaatkan untuk mengejar konsistensi dalam berkarya. Berikut beberapa langkah yang biasanya saya ambil.
- Memilih tema yang disenang dan kuasai
Bahkan dengan sesuatu yang kita lakukan tentu saja ada bosan dan stuck. Tetapi ketika segmen yang kita ambil adalah yang memang kita sukai pada dasarnya. Karena sering kita ulang sehingga kita makin menguasai tema tersebut, tentu saja ini akan berujung proses mengulik tiada henti. Pasti ada saja sudut pandang, update bahkan wawasan yang terus bertambah karena kita juga terus mengikuti perkembangannya. Maka pilih sesuatu yang kita secara personal kita sukai lalu kuasai. - Merinci yang terjadi
Ketika kita balik ke belakang, mengingat kejadian pada suatu waktu, kita akan menemukan bahwa ada momen yang lain. Peristiwa unik yang bisa kita ceritakan ulang, kita sangkutkan dengan tema yang sedang kita bahas. Kejadian sepersekian detik bisa kita tumbuh kembangkan, kita rinci detailnya agar menjadi lengkap ketika diceritakan ulang. Ini akan menjadi bahan yang tidak akan habis. Karena satu detik lalu jua merupakan sejarah yang terjadi. Baik kita alami sendiri atau orang lain hadapi, kita berikan sudut pandang kita. Tentu tidak akan habis selama usia masih ada. - Memperbaiki sejarah
Salah satu rahasian besar kenapa cerita orang sukses terlihat menarik, runut dan berdrama adalah mereka perbaiki kisahnya. Betul, kita bisa ubah informasi masa lalu yang kita punya dengan suatu gagasan yang lebih runut. Kita kelompokkan topik yang sama, pembelajaran yang mirip satu sama lain. Lalu kita bisa revisi sesuai keinginan kita mana yang mau tampil mana yang akhirnya kita sensor karena aib atau karena bukan konsumsi publik. Itu kenapa semua film menggambarkan satu hari yang tiba-tiba semua terjadi. Satu hari. Karena kisahnya telah dilakukan pengeditan. - Merespon orang
Setiap hari kita bertemu orang lain langsung atau online. Mereka bertanya langsung ke kita atau mereka mengajukan soal di sosmed yang semua orang bisa akses. Kita bisa pilih mana yang orang tanyakan tersebut yang masih dalam tema. Lalu kita tulis respon kita, jawaban, informasi atau bahkan sanggahan. Selama kita masih bersosial, akan ada terus pekataan, perbuatan orang yang bisa kita jadikan pembelajaran dan sumber inspirasi. Kita bisa cirikan diri menjadi yang lucu dalam tanggapan, yang solutif, yang nyinyir. Pilih point of view yang paling kita. - Menimba saat dikuras
Jika kita terus mengambil air dalam wadah tanpa mengisinya kembali tentu lama-lama akan kosong. Begitu juga dengan alam pikiran kita, kita tidak bisa hanya berbagi tanpa menambah pengetahuan sebelumnya. Baca buku, baca blog orang, baca berita, tonton video, dengarkan podcast. Sehingga kita menjadi makin penuh, tumpah. Lalu mengalir menjadi informasi yang kita olah dengan semua pengetahuan lama yang ada di kepala kita jadilah bahan olahan baru yang siap saji ala kita. Meski bahan baku sama. - Tulis saja
Yang terakhir adalah cara saya dalam menulis post ini. Saya hanya menulis kata demi kata, kalimat demi kalimat. Saya tidak menyiapkan keynote, saya belum menyiapkan judul. Saya hanya menerawang satu detik sebelum membuka text editor, lalu mengalir. Ketika sampai poin kedua, saya tidak tahu ketiga. Saya hanya merenung. Membaca lagi pertanyaan yang saya jadikan judul, menilik isi kepala saya, mencari adakah jawaban lagi yang sesuai. Yang muncul pertama ternyata mirip dengan sebelumnya. Saya cari lagi di dalam kepala saya. Lalu muncul enam poin ini.
Jabungan, 17 Januari 2024
Tabik,
Ben
2/350