Jika dicari apa yang paling berharga dari apa yang kita punya, pengetahuan mungkin bisa di nomor satukan. Alkisah kabarnya, jika semua orang, yang kaya dan yang miskin. Tiba-tiba dihilangkan semua hartanya dan start from zero lagi, si kaya bakal balik lagi jadi kaya. Karena mereka punya modal.
Balik tentang hal berharga. Sesuatu bernilai lebih karena memang bisa melebihkan nilai. Dari yang semula satu menjadi dua menjadi empat menjadi delapan dan seterusnya. Kalau yang kita punya hanya harta benda ya jelas tanpa pengetahuan jumlahnya bakal berkurang atau nilainya yang terus turun.
Namun tak semua orang tahan dengan proses penggemblengan menjadi yang terdidik, yang terberpengetahuan. Ketika diuji antara menambah kemampuan dengan makin panjang belajar dan bekerja, sering pilihan jatuh pada yang menawarkan benefit lebih. Tanpa menggunakan akal budi.
Keadaan akhirnya adalah ketidakberkembangan. Sesuatu yang tak berdasar dengan kuat tentu dapat roboh dengan mudah. Ambil analogi si kaya si miskin di depan.
Akhir kata ‘Barang siapa yang tak sabar letihnya mencari ilmu, Bersabarlah atas letihnya hidup dalam kebodohan’.
Jabungan, 18 Februari
Tabik
Ben
19/350