Ben Robani Blog

13. Mengapa kita dapat mencintai tanpa syarat?

Dalam hidup ini kita sering bertanya alasan. Mengapa. Start with Why. Tahukah bahwa kadang-kadang tak ada logika. Sesuatu terjadi begitu saja. Bahkan ketika mencari alasan itu nampak dibuat-buat, dipas-paskan. Karena sebenarnya bukan karena A sebab B. Tapi karena cinta tanpa syarat.

Saya lumayan mengikuti sepakbola Liga Populer. Saya memilih satu klub. Bukan klub paling terkenal, bukan yang paling banyak pialanya. Saya hanya memilih saja yang beda dari yang lain. Kalo harus mengadakan alasan mungkin karena ada satu pemain yang mencolok pada suatu pertandingan. Tetapi setelah pemain itu pindah, saya tetap mengikuti klub ini. Saat kalah, tak bertahta, tidak berprestasi, saya tetap.

Sama dengan tokoh popular yang saya ikuti konten-karya-nya. Kalau dicari alasan mungkin karena relate saja sama yang dihadapin. Apalagi belakangan ini, kami sama-sama merintis usaha. Tapi jauh sebelum itu, saya sudah mengikuti aja. Walau ada kontroversi, kasus, saya tetap setia mengkonsumsi apa yang dikeluarkan. Mungkin bagi pembencinya, pertanyaannya serupa bisa diajukan, mengapa. Ya saya suka. cukup.

Sama dengan pasangan, pekerjaan, hobi, atau apapun yang lain. Mungkin kita punya cerita bertemu, kisah saat menghabiskan waktu bersama, bahkan naik turunn menjalaninya. Tetapi memang semua itu tanpa syarat. Saya bisa suka bola karena satu orang, tapi itu bukan syaratnya, buktinya setelah pindah saya masih saja. Saya bisa suka publik figur karena idealisme dan inspirasinya tapi saat tersandung kasus saya tak jadikan itu syarat dan alasan meninggalkannya.

Semua itu karena yang diberikan oleh yang kita suka dapat mengalahkan syarat-syarat yang tersedia. Kita bisa mengklaim kalau kita suka tapi dengan kriteria tertentu, tapi pasti di awala, saat pendekatan. Lambat laun syarat itu tergerus dengan perasaan tak mau jauh, tak mau pergi. Lalu terselimuti kita dengan cinta.

Jabungan, 28 Januari
Tabik
Ben
13/350

Exit mobile version